Polman, 8enam.com.-Ada pemandangan menarik di Kecamatan Tinambung pada Rabu (17/6/2026). Sebuah armada bergerak milik UPTD Pelayanan Pajak Kabupaten Polewali Mandar mendadak diserbu oleh warga setempat. Hebatnya, hanya dalam hitungan jam, pergerakan ini sukses mengumpulkan pundi-pundi hingga tembus belasan juta rupiah.
Namun jangan salah sangka, aksi “perampokan” ini justru membuat warga pulang dengan wajah tersenyum sumringah.
Ternyata, armada tersebut adalah layanan Samsat Keliling (Samkel) yang sedang menggelar aksi jemput bola untuk mempermudah warga membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tanpa perlu repot mengantre ke kantor pusat.
Satu Hari Buka Lapak, Rp19,5 Juta Langsung Masuk Kas Daerah
Strategi memotong jalur birokrasi ini terbukti sangat ampuh. Berdasarkan data rekapitulasi di lapangan, tim Samsat Keliling berhasil melayani 41 unit kendaraan dalam sehari dengan total penerimaan pajak mencapai Rp19.504.800.
Kepala UPTD Pelayanan Pajak Kabupaten Polewali Mandar, Syarifah Husni, mengungkapkan bahwa tingginya angka partisipasi ini menjadi bukti konkret bahwa masyarakat Tinambung sebenarnya sangat taat pajak, hanya saja terkendala jarak operasional.
”Kehadiran layanan ini di Kecamatan Tinambung diharapkan dapat membantu wajib pajak memenuhi kewajibannya tanpa harus meluangkan waktu dan biaya lebih untuk datang ke kantor Samsat. Antusiasme masyarakat hari ini menjadi bukti bahwa pelayanan jemput bola sangat dibutuhkan,” ujar Syarifah Husni.
Uang Pajak Kembali ke Dompet Warga Lewat Jalanan Mulus
Kemudahan akses ini bukan sekadar mengejar target angka semata. Kepala Bapenda Provinsi Sulawesi Barat, Abd. Wahab Hasan Sulur, menegaskan bahwa kepatuhan bayar pajak yang meningkat ini akan berdampak langsung pada fasilitas yang dinikmati warga sehari-hari.
Sebab, PKB merupakan salah satu pondasi utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk membiayai roda pembangunan.
- Pembangunan Merata: Akses pelayanan perpajakan dibuat mudah dan merata hingga ke tingkat kecamatan.
- Fasilitas Publik: Pajak yang disetor warga dialokasikan kembali untuk perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, dan layanan kesehatan.
- Efisiensi Warga: Menghemat biaya bensin dan waktu tempuh para pemilik kendaraan di daerah pelosok.
”Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan berbagai program pemerintah yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Abd. Wahab.
Komitmen Pelayanan Merata Era Gubernur Suhardi Duka
Hadirnya Samsat Keliling yang sukses menjaring omzet belasan juta dalam sehari ini berjalan beriringan dengan visi misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah komando Gubernur Suhardi Duka.
Pemprov Sulbar terus menekan instansi pengumpul pendapatan untuk memperkuat tata kelola yang bersih, akuntabel, sekaligus menghadirkan pelayanan dasar yang berkualitas di tengah masyarakat.
Melihat respons yang begitu masif di Tinambung, Bapenda Sulbar berjanji akan terus mengintensifkan jadwal Samsat Keliling ke titik-titik wilayah lainnya agar kendaraan warga tetap sah di jalan raya tanpa menyiksa dompet untuk ongkos transportasi ke kantor Samsat utama. (Rls)
Editor : Ammar







