Minggu , September 19 2021
Home / Sulsel / Bermedia Sosial Dengan Bijak, Bermanfaat Bagi Diri dan Orang Lain

Bermedia Sosial Dengan Bijak, Bermanfaat Bagi Diri dan Orang Lain

Bone, 8enam.com.-Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 26 Juli 2021 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dengan tema “Menjadi Pengguna Internet yang Beradab” diikuti 513 peserta

Program ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Editor Majalah Tempo, Agung Sedayu; Selebgram, Andi Amalia Kartika; Dosen Komunikasi UMI Makassar, Muhammad Idris; dan Direktur Prisma Komunika Makassar, Canny F. Watae. Acara ini dimoderatori oleh Septy Wulandari selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Agung Sedayu yang membawakan tema “Kecakapan Digital”. Informasi digital adalah data yang tersimpan di komputer dan media digital lain. Dia dapat diduplikasi, cepat didistribusikan, bisa disimpan di alat berbeda, dan bisa dimodifikasi. Informasi digital ini akan ada jejaknya.

“Tidak ada solusi tunggal agar aman di dunia daring. Meski begitu, kita dapat mengurangi risiko tersebut dengan berinternet secara aman,” kata Agung.

Andi Amalia Kartika menyampaikan materi “Bijak Sebelum Mengunggah di Media Sosial”. Andi mengatakan, setiap warga negara bebas mengemukakan pendapat. Tapi tentu harus dipertanggungjawabkan. Ada etika dan aturan tertentu dalam menyampaikan pendapat di media sosial. Andi juga menyampaikan etika dalam berpendapat dan etika mengunggah konten di media sosial.

“Risiko tidak bijak bermedia sosial dapat berdampak terhadap karier, dijauhi teman, dan berurusan dengan hukum,” kata Andi.

Muhammad Idris membawakan tema “Berbahasa dan Beradab di Dunia Digital”. Ia menjelaskan persoalan bahasa di internet, yaitu tentang bahasa yang baik, benar, dan yang baik dan benar, serta risiko jika tidak berbahasa yang baik dan benar.

“Bahasa yang baik dan benar tidak menyinggung lawan bicara, dan tiap katanya adalah bagian dari kata-kata dalam KBBI,” jelas Idris.

Canny F. Watae menyampaikan tema “Yuk Pahami Fitur Keamanan Medsos”. Keamanan sosial berkaitan langsung dengan keamanan akun. Canny pun menjelaskan keamanan yang ada di Facebook (login, nama akun, kata sandi, dan otentikasi dua faktor), Whatsapp (bisa mengatur privasi di pengaturan), Instagram (login, nama akun, kata sandi, otentikasi dua langkah via SMS), dan Twitter (otentikasi dua langkah).

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta webinar Nicholas Kevin Sutejo bertanya kepada Agung Sedayu. “Bagaimana tanggapan Anda mengenai fenomena prank di media sosial? Banyak prank yang justru menyakiti banyak orang,” tanyanya.

“Ini jadi sebuah persoalan ketika di media sosial, karena komunitasnya sangat luas. Membuka ruang kesalahpahaman, menciptakan konflik. Bagi yang sangat dekat mungkin bisa paham, tertawa-tawa. Yang saya lihat prank sudah bukan lagi jadi gurauan, tapi malah menimbulkan masalah. Menurut saya kita harus lebih berhati-hati. Tidak usah dilakukan. Toh banyak tidak baiknya,” jawab Agung.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *