Kamis , Juli 29 2021
Home / Daerah / Berfikir Kritis Kunci Cegah Radikalisme

Berfikir Kritis Kunci Cegah Radikalisme

Makassar, 8enam.com.-Sebanyak 837 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 21 Juli 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan tema “Berantas Radikalisme Melalui Literasi Digital”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Dosen FISIP dan Peneliti PPIM UIN Jakarta Iim Halimatusa’diyah, Koordinator Peacegen Makassar Akbar Musfatir, Project Manager Skena Wahana Kreatif Vincent Cokronegoro, dan Influencer Aminda Euginee Putri Larasati. Adapun bertindak sebagai moderator adalah Communication Specialist Ginar Ayuningtyas. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Pemateri pertama adalah Iim Halimatusa’diyah yang membawakan materi, “Kecerdasan Digital untuk Mencegah Radikalisme”. Dia mengatakan, media sosial atau internet punya peran dalam proses radikalisasi seseorang. Untuk mencegahnya, seseorang harus punya kecerdasan digital, salah satunya adalah kemampuan berpikir kritis.

“Pakai berpikir kritisnya, terutama dalam menyikapi isu agama dan politik. Berdasarkan studi kami, narasi keagamaan sangat besar dipengaruhi oleh narasi atau konten politik,” tuturnya.

Aminda Euginee Putri Larasati menyampaikan topik “Tips Mengenali Berita Palsu dan Verifikasi”. Dia menjelaskan beberapa ciri berita hoaks, diantaranya judul berita yang bombastis, isinya berupa teror atau hasutan, gambar terlihat tidak natural, dan mengandung kata-kata aktif.

“Contoh yang sering terjadi di broadcast-broadcast grup WhatsApp, misalnya pakai kata-kata ‘sebarkan berita ini dalam 5 menit, kalau nggak akan dihapus’. Ini jelas 95 persen ciri-ciri dari hoaks,” ucap wanita yang akrab disapa Putri.

Akbar Musfatir mengungkapkan, kita bisa mengenali teman kita yang bergabung dengan kelompok kekerasan melalui tiga aspek yaitu keyakinan atau pola pikirnya (ideologi), hubungan sosialnya, dan tindakannya.

“Kita bisa amati bagaimana tindakan mereka terhadap hal-hal yang terjadi di dalam kehidupan dan lingkungan sekitarnya. Kalau sudah intoleran manusianya, kita harus waspada,” ujarnya.

Vincent Cokronegoro menyampaikan tema “Memahami Aplikasi Keamanan dan Pertahanan di Dunia Digital”. Salah satu serangan siber paling umum adalah yang disebabkan oleh malware, yaitu program atau perangkat lunak yang sengaja dirancang untuk menyebabkan kerusakan pada komputer.

“Malware ini sering bersembunyi di program atau aplikasi bajakan. Begitu program terinstal, malware-nya akan ikut terinstal di perangkat yang kita pakai. Jadi, hindari pakai software bajakan,” saran dia.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. “Banyak orang tertarik dengan judul berita, bagaimana peran kita untuk mengedukasi masyarakat tentang klikbait atau judul yang bombastis?” tanya Hermansyah, peserta program Literasi Digital di Makassar.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *