Minggu , Desember 15 2019
Home / Daerah / Begini Tanggapan Kasi Pengelolaan Sampah Soal Sopir Mobil Kebersihan Tidak Mau Mengangkut Sampah Jika Tidak Ada Uang Cas

Begini Tanggapan Kasi Pengelolaan Sampah Soal Sopir Mobil Kebersihan Tidak Mau Mengangkut Sampah Jika Tidak Ada Uang Cas

Kasi Pengelolaan Sampah Dinas LHK Mamuju, Faharuddin

Mamuju, 8enam.com.-Seperti diberitakan sebelumnya, sopir mobil kebersihan tidak mau mengakut sampah jika tidak ada uang cas mendapat tanggapan dari Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Mamuju, Faharuddin.

Ditemui dikantornya, Senin (18/11/2019), Faharuddin menuturkan jika dirinya baru membaca informasi terasebut dari media Online, sementara sopir tersebut belum ada masuk kantor buat penjelasan masalah itu. Jadi ada pengawasan langsung dilapangan.

“Jadi begini kalau pemberitaan itu saya belum cek langsung ke sopir, tapi perlu saya jelaskan disini ada beberapa jenis sampah kita angkut. Pertama sampah sehari-hari, kan sudah jelas mereka sudah punya Job masing-masing. Terus sampah luar biasa,” tutur Faharuddin.

Yang mana sampah luar biasa? Kata Faharuddin, ada banyak jenisnya. Misalnya tumpukan tebangan pohon, material bangunan. Itu sampah luar biasa diluar dari Job mereka.

“Nah seketika ada sampah seperti itu setidaknya masyarakat harus melapor ke dinas, sampaikan ke teman-teman dinas jadi kita liat jenisnya. Apakah itu sampah luar biasa atau tidak,” ujarnya.

Sampah luar biasa sendiri lanjutnya, itu punya Perda sendiri, masalah pembayarannya tidak sama dengan sampah sehari-hari. Maksudnya sampah rumah tangga yang diangkut sehari-hari.

Baca juga :

Parah…!!! Sampah Tidak Mau Diangkut Jika Tidak Ada Uang Cas

“Jadi sampah luar biasa itu pertama tumpukannya misalnya material bangunan, itu sampah luar biasa pak, jadi rute mereka dia tidak angkat sebelum ada laporannya ke kantor itu yang harus diketahui. Kecuali kalau dia langsung berbicara dengan sopir iya itu kami tidak ketahui masalah begitu-begituan,” bebernya.

“Saya liat katanya tumpukan memang disitu. memang betul sampah itu banyak disitu, tapi mereka kan kalau dia tumpukan kan sehari-hari juga dia lewat disitu. Maksudnya, berarti kemungkinan besar itu sampah luar biasa,” sambungnya.

Dia berharap, setidaknya kalau ada seperti itu silahkan datang kekantor melapor nanti ditangani. Jadi sampah luar biasa pun itu ada perhitunganya masalah retribusi itu ada Perdanya kalau tidak salah dihitungkan per kubik.

“Jadi kalau sopir sendiri yang berbicara dengan masyarakat itu kan diluar dari pantauan kami. kalau mereka yang berbicara, harusnya masyarakat melapor kekantor supaya kami ketahui bahwa oh itu sampah luar biasa. Dan selama ini teman-teman diluar yang punya sampah luar biasa mereka melapor kesini dan langsung kami eksekusi,” ungkapnya.

Meski begitu, Faharuddin pihaknya akan memanggil oknum sopirnya untuk dimintai penjelasan dan menurutnya kalau memang hal itu menyalahi prosedur akan diberikan sanksi teguran.

“Yang jelasnya nanti kita panggil oknum sopirnya untuk di mintai keterangan, kalau memang itu salah Iya apa boleh buat kami juga akan kasi teguran. Jadi tetap ada tindakan masalah itu ketika teman-teman kami itu bekerja dilapangan menyalahi prosedur tetap ada tindakan,” jelas Faharuddin. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *