Mamasa, 8enam.com.-Peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Sulawesi Barat kini tak lagi sebatas pengelola informasi dan penggerak literasi digital. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DiskominfoSS) Sulbar resmi mendorong pengurus KIM di Kabupaten Mamasa untuk memperluas fungsinya menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) di tingkat desa.
Langkah terobosan ini disampaikan langsung oleh Kepala DiskominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, saat membuka agenda Sentra KIM di Kabupaten Mamasa, Kamis (15/10/2026).
Pemberdayaan KIM sebagai pengawal bantuan sosial (bansos) ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang berkomitmen memastikan seluruh program jaminan dan bantuan sosial pemerintah daerah tersalurkan tepat sasaran tanpa ada warga miskin yang terlewat.
”Luar biasa antusiasme dari para peserta. Selain memaparkan pengembangan Sulbar Digital dan tata kelola organisasi, kita juga membekali mereka bagaimana KIM bisa mengambil peran strategis sebagai agen perlindungan sosial di tingkat akar rumput,” ujar Ridwan Djafar.
Dengan diterjunhkannya KIM sebagai Agen Perlinsos, komunitas lokal ini diproyeksikan menjadi ujung tombak dalam mendampingi, memverifikasi, serta memvalidasi data penerima manfaat (DTKS/microdata) langsung di lingkungan RT/RW dan desa masing-masing.
Ridwan menegaskan, keberadaan KIM di tingkat tapak sangat krusial untuk meminimalisasi ketidaktepatan sasaran, gejolak sosial, maupun keluhan warga terkait pengusulan data bantuan.
”Ini penting supaya peran KIM betul-betul optimal dalam berbagai aspek. Ketika data bantuan tepat dan transparan, maka peningkatan kualitas hidup dan kemajuan di setiap desa di Sulawesi Barat dapat terwujud secara nyata,” tegas Kepala DiskominfoSS.
Melalui penguatan fungsi ganda ini, KIM diharapkan menjadi jembatan komunikasi dua arah yang responsif antara pemerintah desa, kabupaten, hingga Pemprov Sulbar demi mengakselerasi penanganan kemiskinan dan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Sulawesi Barat.
Editor : Ammar







