Kamis , April 15 2021
Home / Nasional / Ancaman Radikalisme di Era Digital Merupakan Hot Issue Nasional Dan Internasional

Ancaman Radikalisme di Era Digital Merupakan Hot Issue Nasional Dan Internasional

Jakarta, 8enam.com.-Terorisme adalah kejahatan luarbiasa (extraardinary crime) karena dampaknya terhadap masyarakat begitu besar. Tidak sebatas jatuhnya korban jiwa dan luka akan tetapi juga kerusakan fasilitas umum serta trauma dan ketakutan yang dapat dirasakan oleh korbannya. Demikian sekilas pengantar prolog direktur ZainOffice H. Muhammad zain dalam kegiatan webinar nasional bertajuk” Ancaman Radikalisme di era Digital” dengan menghadirkan Prof Irfan Idris sebagai key not speaker sekaligus pemateri, Minggu (4/4/2021).

Muhammad Zain yang juga Direktur GTK Madrasah pada Ditjend Pendis Kemenag RI saat ini menjelaskan bahwa thema ini dikemas sesuai dengan keadaan saat ini,

“Usai aksi bom bunuh diri di Makassar dan penyerangan seorang wanita ke mabes polri yang kemudian akhirnya tewas, menjadi hal yang sangat relevan dan merupakan hot issue saat ini, baik nasional maupun internasional,” urai penggiat literasi dari sabang sampai merauke ini penuh semangat.

Sebelum ia mempersilahkan kepada host dan moderator untuk memandu acara ini secara tertib dan terkendali.

Ia menambahkan bahwa seseorang untuk sampai menjadi teroris itu membutuhkan waktu dan tahapan-tahapan. Hal ini Bisa dilihat dari : (a) sikap dan perilaku intoleran. (b) militansi ditandai dengan truth claim, (c) radikal, anti pemerintah, (e) ekstrimisme, dan (d) puncaknya terorisme, melancarkan kekerasan secara sistematis.

“Hal inilah yang menjadi pemicu munculnya gerakan-gerakan aksi teror dan bunuh diri,” pinta zain secara singkat, padat, jelas dan menyentuh.

Selanjutnya Prof irfan yang saat ini aktif sebagai direktur deradikalisasi menyampaikan materinya secara gamblang dan menyentuh, ia bercerita lepas dan santai akan apa yang ia alami selama ini sebagai pemerhati perkembangan terorisme, Radikalisme dan faham intoleran dari masa ke masa.

“Saya ingin mengajak kita untuk berselancar mengarungi lautan medsos, apa dan bagaimana teroris itu berkembang di era digital ?. Sambil ia mengantar peran BNPT dalam penanggulangan Terorisme dan UU no. 5 tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana Terorisme sebagai penyempurnaan atas UU no. 15 tahun 2003,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa terorisme dengan pola yang dilakukan mengalami perubahan dengan menyesuaikan zaman, jika dulu mereka mengajak orang dengan pengajian dan menyebarkan kebencian terhadap kelompok “kafir” atau thogut, berbaiat setia pada radikalisme, menghalalkan aksi bom bunuh diri atau sejenisnya dan meyakini akan masuk syurga.

“Maka di era sekarang ini mereka melakukannya lewat medsos, internet dan dunia maya. Mereka begitu mudah merekrut dengan menebar ide-ide radikal, jika sudah terpapar faham radikal, maka mereka akan menjajah lewat iklan dan tindakan kekerasan secara individual,” urai putra pangkep ini penuh semangat.

Antusiasme peserta begitu tajam, sehingga waktu yang begitu terbatas terporsi pada tanggapan dan pertanyaan, ada dari kaum milinial yang begitu keren komunikasi dan uraian masalahnya, ada unsur akademi kampus sekaligus kaum kolonial, ada pengurus FKPT Sulbar dengan sinergitas yang ditunjukkan serta banyak analisa, sumbangsih pemikiran agar kedepan Radikalisme akan mandul dan akan muncul generasi yang bangga dan cinta tanah airnya dengan menjaga kerukunan dan merawat moderasi beragama.

Akhirnya kegiatan webinar ini harus diagendakan secara berkesinambungan, dan kami dari FKPT sulbar dan ZainOffice siap untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk simponi kehidupan yang maju dan bermartabat, sesuai kata kunci dari prof irfan idris, kehadiran ZO ditengah-tengah masyarakat harus mengambil peran dan tajam untuk mrmperkokoh NKRI serta Moderasi yang telah kita gaungkan selama ini.

Menanggapi hal tersebut, direktur ZO muhammad zain siap bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, demi untuk kejayaan bangsa terbebas dari perilaku terorisme, Radikal dan intoleran, termasuk BNPT RI, FKPT dan kanwil kemenag Se indonesia termasuk Sulbar. (lan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *