Jakarta 8enam.com.+Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) bergerak cepat memperjuangkan percepatan pemerataan dan peningkatan mutu layanan pendidikan. Melalui audiensi strategis bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Pemkab Mateng memaparkan perencanaan komprehensif penataan infrastruktur pendidikan yang menembus estimasi kebutuhan pembiayaan hingga Rp257,9 miliar.
Anggaran yang diusulkan ke pemerintah pusat tersebut difokuskan untuk rehabilitasi dan pembangunan baru sarana dan prasarana pendidikan pada jenjang PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh wilayah Mamuju Tengah.
Selain kebutuhan fisik gedung, Pemkab Mateng menyodorkan rencana krusial terkait relokasi tiga satuan pendidikan. Langkah ini diambil secara responsif guna menjamin keselamatan jiwa peserta didik dari risiko lingkungan/bencana sekaligus memastikan keberlanjutan layanan pendidikan.
Bupati Mamuju Tengah menegaskan bahwa pembenahan sektor pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen kuat, keterpaduan kebijakan, serta sinergi pendanaan lintas tingkatan pemerintah.
”Peningkatan kualitas pendidikan butuh komitmen dan kesinambungan kebijakan yang terarah. Pemkab Mamuju Tengah terus mengoptimalkan APBD sesuai kemampuan daerah, tetapi untuk menjawab tantangan infrastruktur skala besar dan relokasi sekolah, kita butuh kolaborasi dan dukungan penuh dari Kemendikdasmen,” tegasnya.
Fokus Utama Sinergi Pemkab Mateng & Kemendikdasmen:
Infrastruktur & Relokasi Sekolah: Mengawal estimasi kebutuhan Rp257,9 miliar untuk revitalisasi fasilitas belajar layak serta relokasi 3 satuan pendidikan demi keselamatan siswa.
Peningkatan Kualifikasi & Kompetensi Guru: Mendorong pelatihan dan sertifikasi berkelanjutan guna memperkuat mutu tenaga pendidik.
Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS): Mengintegrasikan intervensi daerah dengan pusat agar anak rentan putus sekolah kembali menimba ilmu.
Penguatan Mutu Pembelajaran Digital: Memanfaatkan teknologi digital untuk memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan di kawasan daerah.
Melalui komunikasi intensif ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah optimistis kebutuhan riil pendidikan di daerah dapat masuk dalam prioritas program nasional Kemendikdasmen, sehingga anak-anak di Bumi Lalla Tassisara mendapatkan hak dan kesempatan belajar yang jauh lebih layak, aman, dan memadai.
Editor : Ammar







