Mateng, 8enam.com.-Di tengah kemeriahan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Dr. H. Arsal Aras, menyampaikan sejumlah imbauan krusial kepada seluruh warga Bumi Lalla’ Tassisara’, Senin (17/8/2026).
Dalam momentum bersejarah tersebut, Arsal menyoroti tiga isu penting yang membutuhkan perhatian serius dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, mulai dari penguatan ketahanan sosial hingga penanganan bencana kekeringan akibat iklim global.
Hidupkan Kembali Semangat Gotong Royong dan Waspada Provokasi
Bupati Arsal Aras mengaku prihatin dengan mulai lunturnya tradisi swadaya dan gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak warga untuk menguatkan kembali rasa kepedulian antar sesama.
“Kami mendorong bagaimana meningkatkan swadaya gotong royong kembali kepada masyarakat kita,” tegas Arsal.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah. Warga diimbau untuk bijak menyikapi informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya demi memelihara persatuan dan stabilitas keamanan di Mamuju Tengah.
Ancaman El Nino: 600 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen
Isu darurat yang menjadi sorotan utama Bupati adalah dampak fenomena El Nino yang memicu cuaca panas berkepanjangan. Fenomena ini telah menyebabkan kelangkaan air bersih di sejumlah titik serta kekeringan parah pada sektor pertanian.
Berdasarkan data dan laporan tim di lapangan, tercatat sekitar 600 hektare lahan sawah di Mamuju Tengah mulai mengering hingga tanahnya retak-retak.
“Potensi gagal panen cukup besar,” ungkap Arsal dengan nada prihatin menanggapi ancaman krisis pangan lokal tersebut.
Larangan Membakar Lahan dan Sampah
Mengingat kondisi cuaca yang sangat terik dan kering, Bupati Arsal secara tegas melarang warga melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan perkebunan dengan cara dibakar. Langkah pencegahan ini sangat krusial untuk menghindari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas.
Sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi ancaman kemarau panjang ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah sebelumnya telah menggelar zikir dan doa bersama.
“Kita semua berharap dan berdoa agar hujan segera turun, sehingga lahan pertanian yang mengering dapat terselamatkan dan masyarakat kembali sejahtera,” tutupnya.
Editor : Ammar






