Mamuju, 8enam.com.-Impian ribuan warga berpenghasilan rendah di Sulawesi Barat untuk memiliki hunian layak akhirnya mendapat angin segar. Pemprov Sulbar bersama kementerian terkait resmi tancap gas mempercepat pendataan calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah tahun 2026.
Langkah ini dimatangkan melalui Rapat Koordinasi Percepatan Pendataan BSPS yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, mewakili Gubernur Suhardi Duka (SDK), di Ruang Sekprov, Senin (27/7/2026).
Menariknya, di tengah proses pendataan ini, Sulbar justru mendapatkan tambahan kuota fantastis dari pemerintah pusat. Berapa total rumah yang bakal dibedah tahun ini?
Kuota Melonjak Melebihi 5.000 Unit Rumah!
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan (Disperkimtanhub) Sulbar, Maddareski Salatin, mengungkapkan bahwa sinergi intensif bersama kementerian membuahkan hasil manis bagi masyarakat Sulbar.
Awalnya, Sulbar mengantongi alokasi awal sebanyak 4.000 unit BSPS yang ditangani oleh Satuan Kerja (Satker). Namun, angka tersebut kini resmi bertambah secara signifikan.
Kuota Awal Satker: 4.000 unit rumah
Tambahan Kuota Baru: 1.250 unit rumah
Total Alokasi: Tembus 5.250 unit rumah siap dibedah!
”Data awal ada 4.000 BSPS yang dikerjakan oleh Satker. Inilah tadi dikoordinasikan, dan dengan terbangunnya komunikasi yang baik, ada tambahan kuota untuk wilayah Sulbar sebanyak 1.250 bantuan BSPS,” terang Maddareski.
Penginputan Data Dikebut, Kabupaten Diminta Cepat
Maddareski menjamin target ribuan rumah ini akan terpenuhi karena masih banyaknya warga yang membutuhkan ulur tangan pemerintah.
Saat ini, tim Satker dan pemerintah kabupaten tengah berjibaku menginput data calon penerima ke dalam sistem aplikasi. Masih ada sekitar 1.000-an data yang sedang diakselerasi proses verifikasinya agar tidak ada warga yang terlewat.
Setelah tahapan penginputan dan verifikasi di tingkat kabupaten tuntas, Pemprov Sulbar akan langsung terbang ke Kementerian terkait untuk mengawal pencairan dan proses penyaluran bantuan.
Berapa Besaran Bantuan yang Diterima Warga?
Sebagai informasi, Program BSPS merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar dapat mengupgrade Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi hunian yang aman dan sehat.
Setiap unit rumah penerima manfaat bakal mengantongi dana stimulan bernilai total Rp20 Juta, dengan rincian:
Rp17,5 Juta: Alokasi belanja bahan bangunan berkualitas.
Rp2,5 Juta: Alokasi untuk ongkos upah tukang.
Bagi masyarakat di kabupaten/kota se-Sulawesi Barat, pastikan data Anda sudah terverifikasi di tingkat desa/kelurahan mumpung kuota tambahan ini sedang diproses!
Editor : Ammar







