Example 300250
Nasional

Dipantau dari Jakarta, ASN Badan Penghubung Sulbar Dicekoki Jurus Ini, Demi Apa?

×

Dipantau dari Jakarta, ASN Badan Penghubung Sulbar Dicekoki Jurus Ini, Demi Apa?

Sebarkan artikel ini

Jakarta, 8enam.com.-Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) di Jakarta mendadak dikumpulkan secara virtual. Mereka langsung “dicekoki” materi khusus untuk merombak gaya pelayanan agar lebih modern dan bersih.

​Langkah taktis ini dilakukan dengan mengikuti Bimbingan Peningkatan Kapasitas ASN Penyelenggara Pelayanan untuk Pencegahan Maladministrasi dan Pengelolaan Pengaduan Publik yang digelar via Zoom Meeting pada Senin, 6 Juli 2026.

​Sebagai etalase atau perpanjangan tangan Sulbar di ibukota, Badan Penghubung dituntut tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun dalam melayani publik maupun pimpinan daerah. Lewat forum ini, kompetensi aparatur digembleng agar menghasilkan pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan pastinya bebas dari praktik maladministrasi (kesalahan administrasi).

Mengawal Misi ‘Manusia Unggul’ Sang Gubernur

​Bukan sekadar formalitas pengisi waktu luang, keikutsertaan Badan Penghubung ini merupakan bentuk komitmen penuh dalam mengawal visi besar Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Sang Gubernur memang tengah gencar mengampanyekan misi membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter di segala lini.

​”ASN sebagai pelayan masyarakat dituntut untuk memiliki kompetensi, integritas, profesionalisme, serta etika pelayanan yang baik. Kita ingin memastikan tidak ada lagi ruang untuk pelayanan yang berbelit-belit,” tulis pihak panitia.

Investasi Penting demi Kepercayaan Publik

​Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Gemilang Sukma, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas para pegawainya merupakan investasi jangka panjang yang sangat krusial bagi wajah birokrasi Sulbar.

​”Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh ASN semakin memahami pentingnya pencegahan maladministrasi, mampu mengelola pengaduan masyarakat secara profesional, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujar Gemilang dengan tegas.

​Ada beberapa poin inti yang menjadi oleh-oleh penting dari bimbingan teknis ini untuk langsung diterapkan di lingkungan kerja:

  • Budaya Kerja Baru: Menanamkan nilai integritas, akuntabilitas, dan disiplin tinggi di tempat kerja.
  • Pengaduan Jadi Kaca Spion: Menjadikan setiap aduan atau kritik masyarakat sebagai instrumen evaluasi, bukan dianggap sebagai angin lalu.
  • Birokrasi Adaptif: Membentuk karakter ASN yang tidak kaku dan mampu bergerak cepat di era digital.

​Bermodalkan pemantapan kapasitas ini, Badan Penghubung Sulbar berkomitmen penuh untuk langsung mengimplementasikan ilmu baru tersebut dalam tugas sehari-hari. Targetnya jelas: menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel guna mendukung Sulbar yang makin maju!

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *