Example 300250
DaerahKesehatanPolewali Mandar

Polewali Mandar Siaga Satu? Pemprov Sulbar Gelar Simulasi Rahasia Hadapi Ancaman Wabah Ini!

×

Polewali Mandar Siaga Satu? Pemprov Sulbar Gelar Simulasi Rahasia Hadapi Ancaman Wabah Ini!

Sebarkan artikel ini

Polman, 8enam.com.-Ada pergerakan tak biasa di Kabupaten Polewali Mandar pada 9-10 Juni 2026 kemarin. Sejumlah pejabat kesehatan dan lintas sektor berkumpul secara intensif. Bukan karena ada kepanikan, melainkan sebuah langkah taktis untuk menghadapi “musuh tak kasatmata” yang siap mengancam kesehatan warga: Wabah Campak.

​Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tidak ingin kecolongan. Melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar, mereka langsung turun tangan dalam agenda penting bernama Table Top Exercise (TTX) Respons Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan RI.

​Lantas, apa sebenarnya yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah?

Simulasi “Perang” Melawan KLB Campak

​Langkah cepat ini bukan tanpa alasan. Di bawah komando Gubernur Suhardi Duka, Pemprov Sulbar sedang gencar-gencarnya memperkuat sistem ketahanan kesehatan daerah. Tujuannya jelas: mewujudkan masyarakat Sulawesi Barat yang sehat, unggul, dan sejahtera.

​Melalui simulasi TTX ini, seluruh pemangku kepentingan dipaksa “berpikir keras” untuk menyusun strategi deteksi dini dan respons cepat.

​”Kegiatan TTX ini sangat penting untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam melakukan deteksi dini, respons cepat, dan penanganan kasus secara terpadu jika terjadi lonjakan kasus campak,” ungkap Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim.

​Menurut dr. Nursyamsi, kunci utama untuk meredam bom waktu wabah ini ada dua:

  1. Penguatan program imunisasi rutin.
  2. Sistem surveilans (pengawasan) yang ketat.

Menguji Kesiapan Sistem: Apa Saja yang Dibenahi?

​Dalam simulasi tersebut, Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi DKPPKB Sulbar membongkar sejumlah strategi krusial untuk diaplikasikan di lapangan, antara lain:

  • Surveilans Berbasis Kasus: Memperketat pengawasan hingga ke tingkat paling bawah.
  • Akurasi Data Imunisasi: Memastikan tidak ada anak yang terlewat dari vaksinasi.
  • Investigasi Cepat: Langkah taktis saat ditemukan indikasi kasus baru.
  • Komunikasi Risiko: Cara menyampaikan informasi edukatif kepada masyarakat agar tidak terjadi kepanikan massal.

​Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P2KL) DKPPKB Sulbar, dr. Muhammad Ihwan, menegaskan bahwa simulasi ini adalah ajang “uji nyali” bagi sistem respons daerah.

​”Ini sarana untuk menguji kesiapan sistem kita, memperjelas siapa berbuat apa, dan memetakan tantangan nyata di lapangan,” ujar dr. Ihwan. Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah kabupaten, fasilitas kesehatan, dan kesadaran masyarakat adalah benteng pertahanan utama.

Satu Komando Lindungi Warga

​Lewat simulasi intensif ini, diharapkan ego sektoral runtuh. Semua pihak kini memiliki satu frekuensi dan satu komando yang sama. Jadi, jika sewaktu-waktu status KLB Campak mengetuk pintu Polewali Mandar atau wilayah Sulbar lainnya, tim kesehatan sudah siap merespons dengan cepat, tepat, dan efektif. (Rls)

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *