Kendari, 8enam.com.-Prestasi membanggakan di sektor ketenagakerjaan berhasil diukir oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Bumi Manakarra resmi dinobatkan sebagai juara pertama untuk tingkat kawasan regional Sulawesi atas keberhasilan dan agresivitasnya dalam menekan angka pengangguran secara signifikan.
Merespons penghargaan bergengsi tersebut, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), langsung melayangkan rasa syukur yang mendalam. Dengan gaya kepemimpinannya yang membumi, tokoh yang akrab disapa SDK ini menegaskan bahwa capaian monumental ini bukanlah milik individu penguasa, melainkan buah dari kerja keras kolektif seluruh elemen daerah.
“Saya sangat bersyukur, kita bisa mendapatkan anugerah juara satu untuk kawasan se-Provinsi Sulawesi dalam rangka upaya penurunan angka pengangguran. Penghargaan ini adalah bukti nyata dari kolaborasi dan kerja sama harmonis antara Pemprov Sulbar yang terus melakukan berbagai inovasi bersama enam pemerintah kabupaten, serta didukung penuh oleh para pelaku usaha dalam membuka lapangan kerja baru,” ujar Suhardi Duka dengan nada bangga.
Menurut SDK, persoalan pengangguran merupakan salah satu tantangan paling mendasar sekaligus krusial yang dihadapi oleh setiap pemerintah daerah di Indonesia. Oleh karena itu, keberhasilan memutus rantai pengangguran di Sulbar menjadi sinyal positif bahwa iklim investasi dan ekonomi makro daerah sedang berjalan di jalur yang tepat.
Angka Kemiskinan Sulbar Merosot ke Angka 3 Persen
Tak hanya sukses di sektor ketenagakerjaan, Gubernur SDK juga membeberkan lompatan impresif di sektor pengentasan kemiskinan. Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan di Provinsi Sulawesi Barat saat ini berhasil ditekan hingga menyentuh kisaran 3 persen.
Capaian angka kemiskinan tersebut secara otomatis menempatkan performa Sulawesi Barat berada jauh lebih baik dan berada di bawah rata-rata angka kemiskinan nasional. Kendati demikian, SDK mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri dengan tumpukan piagam penghargaan.
“Anugerah ini harus menjadi motivasi tambahan bagi kami untuk terus bekerja lebih keras. Walaupun angka kemiskinan Sulawesi Barat saat ini sudah berada di bawah angka nasional, kita tidak boleh kendor dan tetap harus berupaya maksimal untuk menurunkannya lagi ke tingkat yang lebih rendah,” ungkapnya visioner.
Strategi Proteksi: Jaga Angkatan Kerja dari Badai PHK
Guna mempertahankan tren positif ini, Pemprov Sulbar ke depan akan memperketat pengawasan di sektor industri lokal. Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memberikan perlindungan menyeluruh terhadap angkatan kerja aktif, memastikan keberlanjutan lapangan kerja, serta meminimalisir potensi terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
SDK menegaskan kembali bahwa stabilitas ketenagakerjaan hanya bisa dirawat jika pemerintah provinsi dan enam pemerintah kabupaten di Sulbar berjalan dalam satu visi yang selaras.
“Langkah perlindungan ini harus kita kawal bersama-sama. Sekali lagi saya tegaskan, ini adalah anugerah terindah bagi seluruh rakyat Sulawesi Barat. Bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk kita semua,” pungkas Suhardi Duka mengakhiri arahannya. (Rls)
Editor : Ammar







