Example 300250
DaerahMamujuPolitik & Pilkada

Tokoh Hijrah Massal hingga Target 200 Ribu Suara, SDK Kembali Pimpin Demokrat Sulbar Secara Aklamasi!

×

Tokoh Hijrah Massal hingga Target 200 Ribu Suara, SDK Kembali Pimpin Demokrat Sulbar Secara Aklamasi!

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Peta persaingan politik di Sulawesi Barat (Sulbar) dipastikan bakal memanas menjelang Pemilu 2029 dan Pilkada 2031. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulbar secara terang-terangan memasang target raksasa untuk merebut posisi nomor satu sekaligus menjadikan Demokrat sebagai partai penguasa di Bumi Manakarra.

​Ambisi besar tersebut diledakkan dalam forum Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Sulbar yang digelar di Mamuju, Sabtu (23/5/2026). Dalam momentum sakral ini, Suhardi Duka (SDK) kembali terpilih secara aklamasi sebagai calon tunggal untuk menakhodai Demokrat Sulbar di periode berikutnya.

​Gelaran ini dihadiri langsung oleh Sekjen DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, bersama jajaran petinggi pusat, serta dipantau langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), via telekonferensi.

AHY Lepas “Tiga Pilar Sakti” Menuju 2029

​Dalam arahannya, AHY mengaku bangga dengan perkembangan partai di wilayah ini. “Saya merasa berbesar hati setiap kali menyapa Demokrat di Sulbar, karena rasanya warna Sulbar sudah semakin membiru,” ujar AHY menyemangati para kader.

​Mengusung tema “Konsolidasi Demokrat: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan”, AHY menitipkan tiga pilar utama yang wajib dijalankan:

  • Pilar Pertama (Rapatkan Barisan): AHY meminta soliditas internal dijaga ketat di semua tingkatan agar Musda tidak menjadi ruang perpecahan. “Ketika kita menghadapi ancaman terhadap perjalanan partai kita, karena kita berani dan kita bersatu, Demokrat tidak tergoyahkan,” tegasnya.
  • Pilar Kedua (Bangun Kekuatan Politik): Menjadikan capaian politik saat ini sebagai modal dasar.
  • Pilar Ketiga (Merebut Kemenangan): Menatap optimis Pemilu 2029 untuk kemenangan di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat.

​AHY juga memuji rekam jejak Demokrat Sulbar yang dinilai istimewa, mulai dari kemenangan di Pilgub, mempertahankan kursi DPR RI, meraih kursi pimpinan DPRD Provinsi, memenangkan Pilkada di Mamuju dan Majene, hingga menduduki posisi pimpinan DPRD di beberapa kabupaten.

Target 200 Ribu Suara, Geser Posisi Runner-Up

​Gayung bersambut, Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar terpilih, Suhardi Duka (SDK), langsung menerjemahkan arahan AHY dengan memasang target angka yang konkret. Pada pemilu lalu untuk DPR RI, Demokrat Sulbar berhasil mengamankan total 100.439 suara, naik sekitar 20 ribu suara dibanding Pemilu 2019.

​Meski trennya naik, SDK menegaskan Demokrat harus keluar dari posisi runner-up tingkat provinsi.

​”Untuk 2029 kita target minimal 200 ribu suara. Yang tadinya posisi kita nomor dua di tingkat provinsi, 2029 atau 2031 partai ini harus menjadi nomor satu di Sulbar,” ucap SDK disambut gemuruh peserta Musda.

Strategi Baru: Ubah Gaya Kepemimpinan, Setop Andalkan Figur

​Di hadapan pengurus pusat, SDK melakukan evaluasi jujur. Ia mengakui selama ini lumbung suara Demokrat di Sulbar masih sangat bertumpu pada ketokohan individu para caleg (figur-heavy), bukan karena kekuatan mesin partai.

​Guna membalikkan keadaan, SDK menegaskan ke depan Demokrat Sulbar akan dipimpin dengan gaya yang lebih tegas. Fokus utamanya adalah merombak strategi dengan memperkuat struktur organisasi hingga ke akar rumput. “Partai harus membumi di Sulbar,” cetusnya.

Magnet Partai “Low Profile”, Banjir Tokoh Baru

​Sinyal kemenangan dengan tagline lokal “Demokrat Kuat, Sulbar Pabeta” (Sulbar Pemenang) tampaknya bukan isapan jempol. Pada momentum Musda V ini, Demokrat Sulbar resmi “memanen” puluhan tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari mantan birokrat, pengusaha, eks pengurus partai lain, hingga tokoh pemuda.

​Beberapa nama beken yang resmi memakai jaket Demokrat antara lain Bebas Manggasali, Hamsah Sunuba, Nurdin Pasokkori, Abdul Waris Bestari, Fajar Bora, Muhammad Dahlan Farhat, Zadrak To’tuan, Muhammad Yusri, hingga Aco Takdir.

​SDK menambahkan, kenyamanan para tokoh ini bergabung tidak lepas dari citra Demokrat yang inklusif. “Mereka melihat Demokrat ini low profile, terbuka, dan friendly. Kami tidak punya konflik internal. Selama 15 tahun terakhir Demokrat tidak ada konflik, dan itu yang mereka suka,” pungkas SDK sembari menegaskan akan terus menggandeng generasi muda dan perempuan.

Sekjen Pastikan SK Segera Terbit, Dorong Kaderisasi Modern

​Sementara itu, Sekjen DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyampaikan bahwa keputusan resmi terkait kepengurusan hasil Musda V ini akan segera diterbitkan melalui Surat Keputusan (SK) Ketua Umum. Sambil menunggu SK definitif, SDK dipersilakan untuk mulai menyusun tim formatur.

​”Mudah-mudahan bisa lebih cepat. Sambil menunggu keputusan Ketua Umum, tentu kami persilakan Pak Suhardi Duka untuk mempersiapkan formatur dan menyusun, karena saya melihat memang sudah tidak ada arah melintang,” kata Herman.

​Menyambut target besar di 2029, Herman menjelaskan bahwa Partai Demokrat tengah bertransformasi menjadi partai modern, salah satunya dengan memperkuat sistem kaderisasi melalui tiga strata penting: Kader Muda, Kader Madya, dan kasta tertinggi Kader Utama. Instrumen pendukung seperti Akademi Partai Demokrat dan Institut Partai Demokrat juga telah disiapkan.

​”Insya Allah selama kepengurusan ke depan, Demokrat bisa mewujudkan keinginan bersama menjadi partai yang modern dan memberikan kontribusi nyata terhadap bangsa dan negara,” tutur Herman sekaligus memberikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali SDK secara aklamasi. (*)

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *