Mamuju, 8enam.com.-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tidak main-main dalam mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna membiayai pembangunan fiskal. Menjawab tantangan di lapangan, Bapenda Sulbar meluncurkan strategi baru dengan membentuk tim teknis atau Kelompok Kerja (Pokja) khusus yang dibagi berdasarkan masing-masing jenis pajak daerah.
Pematangan strategi “pecah barisan” ini dibahas dalam rapat internal yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapenda Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur, di ruang kerjanya, Rabu (20/05/2026).
Rapat strategis ini turut dikawal oleh Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah Gaffar, Kabid Perencanaan Pendapatan dan Teknologi Informasi Muh. Saleh, serta jajaran punggawa teknis Bapenda lainnya.
Langkah taktis ini berjalan beriringan dengan misi besar Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, serta mandiri secara fiskal.
Skema “Satu Tim, Satu Jenis Pajak” untuk Deteksi Kendala Lebih Cepat
Kepala Bapenda Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur, menegaskan bahwa pola kerja linier sudah tidak cukup untuk mengejar potensi pajak daerah yang dinamis. Diperlukan pembagian fokus yang spesifik agar pengawasan di lapangan berjalan lebih terukur.
“Dengan adanya tim khusus yang bertanggung jawab penuh terhadap masing-masing jenis pajak, kami ingin setiap kendala tersumbatnya potensi pajak bisa langsung dideteksi, dievaluasi, dan ditindaklanjuti hari itu juga secara cepat dan tepat,” tegas Abdul Wahab.
Ia menambahkan, pengelolaan pajak daerah di era modern menuntut jajarannya untuk memiliki strategi yang adaptif serta pengawasan ketat agar tidak ada potensi PAD yang bocor atau terlewat.
Garap Hulu ke Hilir: Dari Pendataan hingga Monitoring
Tim teknis berbasis jenis pajak yang baru dibentuk ini nantinya akan memegang kendali penuh dari hulu ke hilir pada pos pajaknya masing-masing. Tugas mereka meliputi:
- Pendataan objek pajak baru secara masif dan berkala.
- Monitoring dan pengawasan kepatuhan wajib pajak secara berkala.
- Penyusunan langkah taktis dan regulasi penagihan jika ditemukan kendala di lapangan.
Bapenda Sulbar optimistis, dengan model klasterisasi kerja ini, proses birokrasi dan pengambilan keputusan akan berjalan jauh lebih ringkas. Sinergi antarbidang dipastikan semakin solid karena setiap tim memiliki indikator kinerja utama (KPI) yang jelas.
Melalui perombakan gaya kerja yang lebih profesional dan terarah ini, Bapenda Sulbar berkomitmen mengamankan target pendapatan daerah secara maksimal demi menyokong kelancaran program pelayanan publik bagi seluruh masyarakat di Bumi Manakarra.
Editor: Ammar







