Example 300250
DaerahMamuju

Pastikan Harga TBS Adil, Dinas Perkebunan Sulbar Sidak Tiga Perusahaan Sawit di Mamuju dan Mateng

×

Pastikan Harga TBS Adil, Dinas Perkebunan Sulbar Sidak Tiga Perusahaan Sawit di Mamuju dan Mateng

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Perkebunan (Disbun) bergerak cepat melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap tata niaga kelapa sawit. Kepala Dinas Perkebunan Daerah Sulbar, Muh. Faizal Thamrin, memimpin langsung kunjungan ke tiga perusahaan besar di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah, Kamis (07/05/2026).

​Tiga perusahaan yang menjadi sasaran pengawasan kali ini adalah PT Manakarra Unggul Lestari (MUL) di Kecamatan Tommo, PT Mitra Andalan Sawit (MAS), dan PT Surya Raya Lestari II (SRL II) di Kecamatan Budong-Budong.

Kawal Implementasi Harga Sesuai Regulasi

​Kunjungan ini bertujuan memastikan perusahaan menjalankan mekanisme pembelian Tandan Buah Segar (TBS) sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024. Langkah ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam melindungi hak-hak petani agar mendapatkan harga yang adil dan transparan.

​“Kami ingin memastikan mekanisme pembelian TBS berjalan sesuai ketentuan. Pemerintah daerah hadir untuk menjamin adanya keterbukaan antara perusahaan dan petani demi stabilitas harga serta keberlanjutan sektor sawit di Sulawesi Barat,” tegas Faizal Thamrin.

Sinergi untuk Kesejahteraan Petani

​Langkah strategis ini selaras dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang memprioritaskan pembangunan ekonomi inklusif melalui penguatan sektor unggulan daerah. Faizal menegaskan bahwa pengawasan serupa akan menyasar seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayah Mamuju, Mamuju Tengah, hingga Pasangkayu.

​Pemerintah berharap perusahaan tidak hanya bertindak sebagai pembeli, tetapi juga sebagai mitra strategis yang aktif menjaga komunikasi dengan para pekebun.

Edukasi Standar Global bagi Petani Swadaya

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Hilirisasi Hasil Perkebunan, Agustina Palimbong, mendorong perusahaan untuk memperluas jangkauan pembinaan teknis Good Agriculture Practice (GAP).

​“Perusahaan diharapkan menjadi ‘bapak angkat’ tidak hanya bagi mitra plasma, tapi juga petani swadaya. Edukasi teknis sangat penting agar kualitas TBS kita mampu bersaing di pasar global,” kata Agustina.

​Melalui pengawasan intensif ini, Pemprov Sulbar berkomitmen menciptakan ekosistem industri sawit yang sehat, di mana perusahaan tetap berkembang dan kesejahteraan petani semakin meningkat melalui harga yang kompetitif dan stabil.

Editor: Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *