Example 300250
DaerahMajene

Hadir di STAIN Majene, Suraidah Suhardi : Keberagaman adalah Pengikat Menuju Indonesia Emas

×

Hadir di STAIN Majene, Suraidah Suhardi : Keberagaman adalah Pengikat Menuju Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini

Majene, 8enam.com.-Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, St. Suraidah Suhardi, menghadiri Dialog Kebangsaan yang digelar di Auditorium TIPD STAIN Majene, Kamis (07/05/2026). Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Densus 88 Anti Teror Polri, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, dan STAIN Majene.

​Dialog ini bertujuan memperluas wawasan kebangsaan generasi muda sekaligus membentengi Sumber Daya Manusia (SDM) dari ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

Merajut Kembali Benang Kebangsaan

​Mengusung tema “Merajut Kembali Benang Kebangsaan, Memetik Hikmah, Menjaga Harmoni dari Arus Perpecahan”, forum ini menjadi wadah penguatan nilai-nilai Pancasila. Langkah ini selaras dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang menitikberatkan pada pembangunan SDM yang unggul dan berkarakter.

​Dalam orasinya, St. Suraidah Suhardi memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang melibatkan unsur akademisi dan mahasiswa ini.

​“Bukan keseragaman, tetapi keberagamanlah yang mengikat kita dan memberikan warna untuk Indonesia yang lebih baik. Semoga diskusi ini memicu semangat kita untuk selalu menjaga harmoni, karena dengan keberagaman kita menjadi utuh,” ungkap Suraidah

Kolaborasi Lintas Sektor

​Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:

  • Andi Ritamariani (Wakil Bupati Majene)
  • Muh. Darwis (Kepala Badan Kesbangpol Sulbar)
  • Prof. Wasilah Sahabuddin (Ketua STAIN Majene)
  • Prof. Muliadi (Dosen STAIN Majene)
  • Rida Hesti Ratnasari (Peneliti Jaringan Terorisme)

Modal Menuju Indonesia Emas

​Suraidah menegaskan bahwa menjaga harmoni sosial di tengah perbedaan suku, budaya, dan agama bukan sekadar pilihan, melainkan modal utama dalam membangun bangsa yang damai. Menurutnya, stabilitas keamanan dan kedamaian di daerah merupakan fondasi penting untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.

​Melalui Dialog Kebangsaan ini, diharapkan para mahasiswa sebagai agen perubahan dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan menangkal pengaruh negatif yang berpotensi memecah belah persatuan di Bumi Manakarra.

Editor: Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *