Mamuju, 8enam.com.-Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat mengikuti kegiatan Fasilitasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD-PGBPSDL). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Bapperida Sulbar, Rabu (06/05/2026).
Bimtek ini bertujuan untuk memperkuat dokumen perencanaan daerah agar lebih terintegrasi dalam menjawab tantangan ketahanan pangan serta meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui kekayaan sumber daya alam lokal.
Fokus pada Pemanfaatan Sumber Daya Lokal
Langkah ini selaras dengan arah kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis kearifan lokal.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta mendapatkan pendalaman terkait:
- Mekanisme Penyusunan RAD-PGBPSDL: Menyusun rencana aksi yang terarah dan terukur.
- Sinergi Lintas Sektor: Memperkuat kolaborasi antar-perangkat daerah.
- Strategi Pangan B2SA: Mendorong pola konsumsi masyarakat yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman melalui pangan lokal.
Pedoman Pembangunan Pangan Berkelanjutan
Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki, menegaskan bahwa dokumen RAD-PGBPSDL memiliki peran vital sebagai kompas pelaksanaan program pangan di Bumi Manakarra.
“Dokumen ini menjadi dasar penguatan koordinasi agar program pangan dan gizi di Sulawesi Barat berjalan lebih efektif. Kita ingin pembangunan pangan kita benar-benar bertumpu pada potensi lokal yang kita miliki sendiri,” ujar Suyuti Marzuki.
Komitmen Ketahanan Pangan
Dinas Pangan Sulbar berkomitmen menjadikan hasil Bimtek ini sebagai pijakan dalam mewujudkan pembangunan pangan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara maksimal, diharapkan ketergantungan pada pasokan luar daerah dapat berkurang, sekaligus memperbaiki status gizi masyarakat secara signifikan.
Melalui perencanaan yang matang, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimistis dapat menghadirkan kemandirian pangan yang tangguh dan mampu meningkatkan kesejahteraan para produsen pangan lokal di seluruh kabupaten.
Editor: Ammar







