Mamuju, 8enam.com.-Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat terus mematangkan langkah dalam ajang penilaian inovasi daerah tahun 2026. Melalui keterlibatan dalam Coaching Clinic yang digelar oleh Bapperida Sulbar, Selasa (05/05/2026), Badan Penghubung memfokuskan penguatan pada inovasi unggulannya yang bertajuk “Pelayar Sandeq”.
Inovasi Pelayar Sandeq (Pendidikan dan Pelatihan Kebudayaan Sulawesi Barat Sandeq) merupakan program strategis yang berpusat di Anjungan Sulawesi Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Program ini dirancang sebagai etalase kebudayaan Mandar dan suku lainnya di Sulbar bagi masyarakat luas di ibu kota.
Budaya Sebagai Daya Saing Nasional
Pranata Humas Badan Penghubung Sulbar, Muhammad Firmansyah, menjelaskan bahwa melalui Pelayar Sandeq, generasi muda dan wisatawan di Jakarta dapat mengenal lebih dekat kekayaan seni, tradisi, hingga nilai kearifan lokal Sulawesi Barat secara interaktif.
”Inovasi ini adalah bentuk konkret promosi daerah sekaligus pelestarian budaya di tingkat nasional. Melalui Pelayar Sandeq, kami ingin identitas Sulawesi Barat semakin dikenal luas, tidak hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga daya tarik pariwisata,” ujar Firmansyah.
Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang menekankan bahwa inovasi daerah harus berbasis potensi lokal demi memperkuat identitas dan daya saing daerah di kancah nasional.
Pendampingan Teknis Bapperida
Kegiatan coaching clinic ini memberikan ruang bagi Badan Penghubung untuk membenahi aspek administratif dan teknis inovasi, meliputi:
- Pemenuhan Indikator: Menyelaraskan dokumen pendukung dengan standar penilaian nasional.
- Penguatan Eviden: Menyajikan data konkret mengenai dampak manfaat program terhadap pelestarian budaya.
- Strategi Berkelanjutan: Memastikan program Pelayar Sandeq tetap berjalan konsisten dan kreatif di masa mendatang.
Inovasi yang Adaptif dan Kreatif
Melalui pendampingan dari Bapperida, inovasi Pelayar Sandeq diharapkan tidak hanya unggul dari sisi penilaian kompetisi, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak edukasi budaya yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sinergi antar-perangkat daerah ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mendorong lahirnya terobosan yang berdampak nyata bagi pembangunan daerah sekaligus menjaga marwah budaya Malaqbi di level tertinggi.
Editor : Ammar







