Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3APMD) mengambil langkah proaktif dalam memitigasi dampak bencana alam. Fokus utama saat ini adalah memperkuat ketahanan stok penyangga (buffer stock) logistik di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Langkah strategis ini merupakan implementasi nyata dari visi “Panca Daya” Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat secara cepat dan tepat di masa darurat.
Strategi Penanganan Tanpa Tunda
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) serta Rehabilitasi Sosial (Rehsos), Surdin, menegaskan bahwa ketersediaan logistik di titik terdekat dengan lokasi rawan bencana adalah kunci keberhasilan penanganan darurat.
“Penyaluran buffer stock ini bertujuan agar saat bencana terjadi, bantuan dapat langsung disalurkan oleh otoritas setempat tanpa harus menunggu kiriman dari provinsi atau luar daerah. Kita ingin meminimalkan risiko keterlambatan penanganan,” ungkap Surdin, Selasa (05/05/2026).
Kesiapan Logistik Dasar
Penguatan stok ini mencakup berbagai kebutuhan krusial bagi warga terdampak, di antaranya:
- Pangan: Makanan siap saji untuk pemenuhan gizi awal.
- Hunian Darurat: Tenda pengungsian dan selimut.
- Perlengkapan Penunjang: Berbagai logistik dasar lainnya yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat.
Kecepatan dan Ketepatan Sasaran
Kepala Dinas Sosial P3APMD Sulbar, Darmawati, menyatakan bahwa komitmen pemerintah provinsi tidak hanya terpaku pada ketersediaan barang, tetapi juga pada sistem distribusi yang efisien. Koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Polman terus dipacu guna memastikan data kebutuhan di lapangan selalu akurat.
“Kami ingin memastikan setiap daerah, khususnya yang memiliki tingkat kerawanan tinggi seperti Polman, memiliki kesiapan logistik yang memadai. Ini bukan hanya soal memberikan bantuan, tetapi soal kecepatan dan ketepatan waktu dalam menyelamatkan warga,” jelas Darmawati.
Dengan diperkuatnya stok logistik di tingkat kabupaten, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimistis sistem perlindungan sosial berbasis kebencanaan akan semakin tangguh, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah-wilayah rawan bencana.
Editor: Ammar







