Example 300250
DaerahMajene

Bentengi Kampus dari Paham IRET, Kesbangpol Sulbar Gandeng STAIN Majene Perkuat Kewaspadaan Nasional

×

Bentengi Kampus dari Paham IRET, Kesbangpol Sulbar Gandeng STAIN Majene Perkuat Kewaspadaan Nasional

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat memperluas jangkauan Program Kewaspadaan Nasional ke lingkungan perguruan tinggi. Pada Senin (20/04/2026), jajaran Kesbangpol menyambangi kampus STAIN Majene guna membangun sinergi dalam mengantisipasi penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).

​Langkah preventif ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), untuk memastikan stabilitas sosial dan ketahanan ideologi masyarakat tetap terjaga, terutama di kalangan generasi muda.

Sinergi Menuju Transformasi UIN Majene

​Kepala Badan Kesbangpol Sulbar, Muh. Darwis Damir, diterima langsung oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama STAIN Majene, Abdul Rahman. Pertemuan ini menjadi krusial mengingat STAIN Majene saat ini tengah dalam proses transformasi menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Majene.

​Darwis menegaskan bahwa keterlibatan akademisi adalah kunci dalam memutus rantai penyebaran paham radikal yang seringkali menyasar lingkungan pendidikan.

​“Kampus memiliki posisi strategis sebagai ruang pembentukan karakter dan pola pikir generasi muda. Kami sangat berharap peran kampus dan para dosen dapat bersinergi dengan pemerintah untuk memperkuat kewaspadaan dini terhadap penyebaran IRET,” ujar Darwis.

Kolaborasi Akademik dan Pembinaan Mahasiswa

​Pihak STAIN Majene menyambut positif inisiatif ini. Abdul Rahman menyatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keutuhan bangsa melalui pembinaan mahasiswa yang inklusif dan moderat.

​“Kampus siap berperan aktif, baik melalui kegiatan akademik maupun program pembinaan kemahasiswaan. Ini adalah bentuk nyata kontribusi kami dalam menjaga stabilitas sosial di Sulawesi Barat,” kata Abdul Rahman.

Menghadapi Tantangan Ideologi Transnasional

​Diskusi ini juga memetakan potensi tantangan ideologi transnasional yang kian kompleks dan masif masuk melalui platform digital maupun ruang diskusi tertutup. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta deteksi dini yang lebih tajam di tingkat akar rumput kampus.

​Pertemuan strategis ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi kerja sama yang lebih teknis antara Kesbangpol Sulbar dan perguruan tinggi di seluruh Sulawesi Barat. Fokus utamanya adalah mencetak generasi intelektual yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki rasa nasionalisme yang kuat dan mampu menangkal pengaruh radikalisme demi Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.

Editor: Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *