Sinergi Pusat-Daerah, Pemprov Sulbar Integrasikan Data SIGIZI dan PASTIPADU Guna Gempur Stuntin
Jakarta, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat basis data digital dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Bertempat di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan RI, Selasa (14/04/2026), Pemprov Sulbar menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Integrasi Data Sistem Informasi Gizi (SIGIZI) dengan Dashboard PASTIPADU.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk menghadirkan data yang lebih akurat, real-time, dan terintegrasi dari tingkat puskesmas hingga ke meja pengambil kebijakan di tingkat provinsi dan pusat.
Data Akurat untuk Intervensi Tepat Sasaran
Integrasi antara SIGIZI dan Dashboard PASTIPADU dirancang untuk mengeliminasi disparitas data di lapangan. Dengan sistem yang saling terhubung, pemerintah daerah dapat memantau perkembangan status gizi anak secara langsung, sehingga intervensi bantuan maupun layanan kesehatan dapat dilakukan secara lebih presisi.
Upaya ini sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang menitikberatkan pada percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem melalui Gerakan PASTI PADU.
Komitmen Kesehatan Berbasis Data
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa kehadiran Sulbar dalam forum nasional ini adalah bentuk komitmen nyata dalam mendukung kebijakan kesehatan berbasis data.
”Kehadiran kami menegaskan komitmen kuat Pemprov Sulbar dalam mendukung kebijakan nasional. Dengan integrasi data ini, kita tidak hanya sekadar melihat angka, tapi mampu melakukan monitoring dan evaluasi kinerja program di tingkat daerah secara lebih tajam,” ujar dr. Nursyamsi.
Monitoring dan Evaluasi Berkelanjutan
Dalam rakor tersebut, dibahas berbagai aspek teknis mulai dari penguatan sistem pelaporan gizi hingga sinkronisasi indikator stunting antarlembaga. Dashboard PASTIPADU akan diposisikan sebagai alat kendali utama bagi pemerintah daerah untuk memastikan kolaborasi lintas sektor berjalan maksimal.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas, Putri Anindy. Hasil dari koordinasi teknis di Jakarta ini diharapkan segera diaplikasikan di seluruh kabupaten se-Sulawesi Barat guna memastikan penurunan stunting berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan menuju Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.
Editor: Ammar







