Polman, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) bergerak cepat menanggapi ancaman gagal panen yang menghantui petani bawang merah di Kabupaten Polewali Mandar. Tim Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara serentak, Senin (13/04/2026).
Langkah darurat ini menyasar lahan pertanaman bawang merah di tiga wilayah kunci, yakni Desa Bala dan Desa Lambanan (Kecamatan Balanipa), serta Desa Suruang (Kecamatan Campalagian).
Intervensi pada Lahan Terdampak 43 Hektare
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, serangan hama Ulat Grayak (Spodoptera) telah mencapai intensitas sekitar 40 persen pada tanaman berumur 50-65 Hari Setelah Tanam (HST). Dengan total luas serangan mencapai 43 hektare, DTPHP Sulbar menilai tindakan pengendalian kimiawi bersifat mendesak untuk mencegah kerugian ekonomi yang lebih besar.
Penanggungjawab LPHP Rea Timur, Yonatan, menjelaskan bahwa pengendalian dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif Dimehipo 400 g/L.
”Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota kelompok tani untuk menekan populasi hama secara serempak dan memutus siklus hidupnya. Selain penyemprotan, kami merekomendasikan treatment benih dan rotasi tanaman dengan kacang-kacangan sebagai strategi jangka panjang,” ujar Yonatan.
Strategi Pengendalian Tepat Sasaran
Kepala Seksi P2OPT, Roswati Jusuf, menambahkan bahwa strategi penyemprotan serempak di area terdampak bertujuan untuk mengisolasi hama agar tidak menyebar ke wilayah pertanaman lainnya. Setelah gerakan ini, tim POPT akan melakukan evaluasi ketat dalam satu minggu ke depan untuk melihat efektivitas pengendalian.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan Teknologi dan Laboratorium, Ritje Rombe, mengingatkan agar penggunaan insektisida tetap mengikuti prinsip 4T:
- Tepat Sasaran
- Tepat Jenis
- Tepat Waktu
- Tepat Dosis
Hal ini penting untuk menghindari resistensi hama serta menjaga keamanan lingkungan dan kesehatan manusia.
Mendukung Kesejahteraan Petani Sulbar
Upaya perlindungan tanaman ini selaras dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pilar pengentasan kemiskinan di Sulawesi Barat.
Kepala DTPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kondisi di lapangan.
“Saya meminta seluruh stakeholder terkait tetap konsisten memantau perkembangan serangan OPT. Pengawasan yang kontinu adalah kunci agar pengendalian benar-benar efektif dan produksi petani kita maksimal,” tegas Hamdani.
Gerakan ini diharapkan dapat mengamankan sisa masa tanam petani sehingga hasil produksi bawang merah di Polewali Mandar tetap terjaga kualitas dan kuantitasnya di tengah tantangan hama musiman.
Editor: Ammar







