Mamuju, 8enam.com.-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat melakukan langkah cepat untuk mengakselerasi realisasi investasi daerah. Kepala DPMPTSP Sulbar, Kain Lotong Sembe, memimpin langsung rapat konsolidasi internal Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal guna mempertajam strategi pencapaian target kinerja 2026, Senin (30/3/2026).
Pertemuan strategis yang berlangsung di ruang kerja Kepala DPMPTSP ini dihadiri oleh Ketua Tim Kerja, Satriawan Hasan Sulur, beserta seluruh anggota tim untuk menyelaraskan persepsi dan mengevaluasi capaian kuartal pertama.
Soliditas Internal Sebagai Kunci Daya Saing
Kain Lotong Sembe menegaskan bahwa menciptakan iklim investasi yang kondusif tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada soliditas tim yang mengeksekusi kebijakan tersebut. Konsolidasi ini menjadi fondasi utama untuk memastikan setiap hambatan investasi dapat terdeteksi dan tertangani sejak dini.
“Penguatan target kinerja harus dimulai dari soliditas internal. Setiap tim kerja memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan iklim penanaman modal yang berdaya saing dan berkelanjutan. Ini adalah mandat untuk mewujudkan Sulawesi Barat yang maju di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka (SDK),” ujar Kain Lotong Sembe.
Pembagian Peran yang Terukur dan Tepat Sasaran
Ketua Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal, Satriawan Hasan Sulur, menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi teknis. Fokus kerja tim kini diarahkan pada efektivitas pelaksanaan program agar setiap langkah pengembangan iklim investasi dapat berjalan secara terukur.
“Kami kembali menegaskan pembagian peran dan fokus kerja tim. Tujuannya jelas, agar setiap program pengembangan iklim penanaman modal tepat sasaran dan mampu memberikan kepastian bagi para investor,” jelas Satriawan.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
Melalui konsolidasi ini, DPMPTSP Sulbar berkomitmen untuk lebih adaptif dalam menghadapi tantangan global dan nasional yang memengaruhi arus modal. Peningkatan realisasi investasi diharapkan tidak hanya sekadar angka, tetapi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Barat.
Dengan tim yang lebih solid, DPMPTSP optimis dapat menghadirkan transformasi pelayanan perizinan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Barat sebagai destinasi investasi unggulan di kawasan tengah Indonesia. (Rls)







