Polman, 8enam.com.-Program SULBAR Digital yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan keberhasilan dalam menciptakan ekosistem pendidikan berbasis teknologi. Hal ini terlihat saat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfo SP) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, melakukan monitoring perangkat bantuan internet di SMK Negeri Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (13/3/2026).
Kunjungan ini merupakan instruksi langsung Gubernur Suhardi Duka (SDK) dalam rangkaian Safari Ramadan untuk memastikan infrastruktur digital di satuan pendidikan tidak hanya terpasang, tetapi juga dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Penunjang Utama Ujian Online dan Administrasi
Kepala SMK Negeri Luyo, Erwin, memberikan apresiasi tinggi atas kualitas jaringan internet bantuan Pemprov Sulbar. Ia mengungkapkan bahwa stabilitas sinyal tetap terjaga meskipun diakses oleh banyak pengguna secara bersamaan, sebuah hal krusial bagi sekolah kejuruan.
“Akses internet ini telah menjadi tulang punggung proses belajar mengajar kami, mulai dari pelaksanaan ujian berbasis online hingga pemenuhan kebutuhan administrasi pendidikan. Dampaknya sangat terasa bagi kelancaran aktivitas sekolah,” ujar Erwin.
Komitmen Keberlanjutan dan Rencana Ekspansi
Berbeda dengan beberapa sekolah yang terkendala biaya, SMKN Luyo menyatakan komitmennya untuk melanjutkan langganan layanan internet secara mandiri setelah masa fasilitasi dari Pemprov berakhir. Langkah ini diambil agar perangkat canggih yang telah dihibahkan tetap dapat berfungsi bagi siswa.
Bahkan, pihak sekolah berencana melakukan pengembangan lebih lanjut. “Jika anggaran memungkinkan, kami berencana menambah perluasan access point dan meningkatkan kapasitas bandwidth. Kami ingin internet menjangkau setiap sudut ruang kelas dan laboratorium agar manfaatnya lebih luas,” tambah Erwin.
Akselerasi Literasi Digital Pendidikan
Muhammad Ridwan Djafar menyambut baik inisiatif SMKN Luyo tersebut. Menurutnya, tujuan akhir dari program SULBAR Digital adalah menumbuhkan kesadaran dan kemandirian sekolah dalam mengelola infrastruktur digital.
“Kemandirian yang ditunjukkan SMKN Luyo adalah contoh sukses transformasi digital. Pemerintah menyediakan stimulan berupa perangkat dan akses awal, dan sekolah melanjutkannya sebagai investasi SDM. Ini selaras dengan visi Gubernur SDK dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Barat,” kata Ridwan.
Monitoring ini diharapkan menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Sulbar untuk menjadikan akses digital sebagai kebutuhan prioritas dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di era teknologi informasi. (Rls)







