Example 300250
DaerahKesehatanMamuju

Hari Glaukoma Sedunia : RSUD Sulbar Edukasi Pasien Mengenai ‘Si Pencuri Penglihatan’ dan Pentingnya Deteksi Dini

×

Hari Glaukoma Sedunia : RSUD Sulbar Edukasi Pasien Mengenai ‘Si Pencuri Penglihatan’ dan Pentingnya Deteksi Dini

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Memperingati Hari Glaukoma Sedunia yang jatuh pada 12 Maret, RSUD Provinsi Sulawesi Barat menggelar aksi edukasi kesehatan mata bagi pengunjung rawat jalan. Kegiatan ini dipusatkan di ruang tunggu Rekam Medik RSUD Sulbar dengan sasaran pasien serta keluarga pasien yang tengah mengantre pelayanan, Jumat (13/3/2026).

​Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap glaukoma, penyakit mata yang sering dijuluki sebagai “si pencuri penglihatan” karena sifatnya yang merusak saraf mata secara perlahan tanpa gejala awal yang nyata.

Deteksi Dini Kunci Cegah Kebutaan Permanen

​Dokter spesialis mata RSUD Sulbar, dr. Sarkiah Huseng, yang menjadi narasumber utama, memaparkan secara mendalam mengenai faktor risiko dan bahaya penggunaan obat steroid tanpa pengawasan medis yang dapat memicu tekanan bola mata tinggi.

​”Glaukoma adalah penyebab utama kebutaan yang sering kali tidak disadari. Gejalanya muncul sangat perlahan. Kami mengimbau masyarakat, terutama yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki riwayat diabetes, hipertensi, dan keluarga dengan glaukoma, untuk rutin melakukan pemeriksaan mata berkala,” jelas dr. Sarkiah.

Mendukung Literasi Kesehatan dalam Visi Panca Daya

​Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen RSUD Provinsi Sulawesi Barat dalam mendukung visi Panca Daya Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul melalui peningkatan literasi kesehatan.

​Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, menegaskan bahwa rumah sakit memiliki peran edukatif selain peran kuratif (pengobatan).

​”Kami ingin masyarakat tidak hanya datang saat sudah sakit, tapi juga proaktif dalam pencegahan. Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin adalah kunci utama untuk mencegah dampak serius atau kebutaan permanen akibat glaukoma,” ujar dr. Musadri.

Antusiasme Pasien dalam Edukasi Publik

​Selama kegiatan berlangsung, para pengunjung terlihat antusias berdialog langsung dengan tenaga medis mengenai gejala dan penanganan glaukoma. Melalui edukasi ini, RSUD Sulbar berharap tingkat kesadaran warga dalam menjaga kesehatan indra penglihatan semakin meningkat, demi kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Sulawesi Barat. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *