Mamuju, 8enam.com.-Menanggapi maraknya kasus pembobolan kotak amal di sejumlah masjid di wilayah Sulawesi Barat, Pemerintah Provinsi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulbar mengambil langkah sigap. Kesbangpol mengimbau seluruh pengurus masjid (DKM) dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan demi menjaga kesucian dan keamanan rumah ibadah.
Kepala Badan Kesbangpol Sulbar, Darwis Damir, menegaskan bahwa penguatan pengamanan ini merupakan instruksi langsung Gubernur Suhardi Duka (SDK) dalam rangka menjalankan fungsi deteksi dini dan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Deteksi Dini dan Kewaspadaan Lingkungan
Darwis menjelaskan bahwa pengurus masjid perlu melakukan langkah preventif terhadap aktivitas orang asing yang mencurigakan di area tempat ibadah. Hal ini krusial untuk mencegah gangguan sosial yang dapat meresahkan jamaah.
“Pengurus masjid dan masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap pengawasan kotak amal. Kesbangpol bertugas melakukan deteksi dini agar stabilitas keamanan di lingkungan keagamaan tetap terjaga, terutama saat aktivitas ibadah meningkat di bulan Ramadan,” ujar Darwis.
Rekomendasi Pengamanan Rumah Ibadah
Sebagai langkah konkret dalam meminimalisir potensi pencurian, Kesbangpol menyarankan beberapa tindakan teknis bagi pengurus masjid:
- Relokasi Kotak Amal: Menempatkan kotak di titik yang mudah diawasi oleh petugas atau jamaah.
- Peningkatan Kualitas Kunci: Menggunakan sistem penguncian ganda yang lebih kokoh.
- Digitalisasi Pengawasan: Mempertimbangkan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di area strategis.
Partisipasi Masyarakat Sebagai Kunci
Darwis menambahkan bahwa keamanan daerah yang kondusif adalah hasil kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Ia mendorong warga untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib atau pemerintah setempat.
“Partisipasi aktif masyarakat adalah faktor kunci. Kami akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan guna memastikan situasi di Sulawesi Barat tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi umat yang sedang menjalankan ibadah,” pungkasnya. (Rls)







