Example 300250
DaerahPolewali Mandar

DLHK Sulbar Ajak Warga Polman Jaga Kebersihan saat Ramadhan melalui Aksi Bersih Pantai Bahari

×

DLHK Sulbar Ajak Warga Polman Jaga Kebersihan saat Ramadhan melalui Aksi Bersih Pantai Bahari

Sebarkan artikel ini

Polman, 8enam.com.-Dalam semangat kepedulian lingkungan hidup di bulan suci Ramadhan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Aksi Bersih bertajuk “Ramadhan Minim Sampah, Puasa Berkah, Bumi Terjaga”. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 ini dilaksanakan di Pantai Bahari, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (1/3/2026).

​Aksi ini bertujuan mengajak masyarakat menjadikan momentum Ramadhan tidak hanya sebagai waktu untuk pembersihan diri secara rohani, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekitar dari tumpukan sampah. Langkah strategis ini sejalan dengan misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan ekosistem pesisir.

Kampanye Ramadhan Minim Sampah

​Kepala DLHK Sulbar, Zulkifli Manggazali, menegaskan bahwa gerakan “Ramadhan Minim Sampah” adalah ajakan untuk membangun kebiasaan baru yang lebih bijak dalam mengelola limbah.

​“Semangat gotong royong yang tercipta dalam kegiatan ini menjadi cermin bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui aksi ini, kami mengedukasi masyarakat untuk mengurangi plastik sekali pakai, membawa wadah sendiri saat berbuka, serta memilah sampah dari rumah. Bumi yang bersih adalah warisan berharga untuk generasi mendatang,” ucap Zulkifli.

Fokus Pengelolaan Limbah Pesisir

​Aksi bersih kali ini difokuskan pada pembersihan sampah plastik, sisa kemasan makanan, dan limbah konsumsi harian yang kerap meningkat selama bulan puasa, khususnya di area publik seperti Pantai Bahari.

​Melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, DLHK Sulbar berharap gerakan ini dapat menciptakan dampak jangka panjang, menjadikan Ramadhan sebagai titik tolak perubahan pola hidup yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Sulawesi Barat. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *