Mamuju, 8enam.com.-Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Kajian Ramadhan 1447 H secara virtual dengan tema strategis: “Menjadi Istri Sholehah dan Ibu Bijak di Era Modern”, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini menjadi wadah refleksi bagi pengurus DWP tingkat provinsi hingga kabupaten se-Sulawesi Barat dalam menghadapi dinamika keluarga di era digital.
Kajian menghadirkan narasumber Ustazah Norma, S.Kep., Ns., yang membedah peran krusial perempuan bukan sekadar dalam ranah domestik, melainkan sebagai pilar kecerdasan emosional dan keteladanan bagi generasi muda.
Perempuan Berdaya, Generasi Terjaga
Dalam pemaparannya, Ustazah Norma menekankan bahwa tantangan era modern menuntut ibu untuk memiliki ketangguhan nilai Islami yang dipadukan dengan kebijaksanaan dalam mendidik.
“Menjadi ibu bijak di zaman sekarang berarti membangun kedekatan yang berbasis nilai-nilai keislaman yang kuat, sehingga anak-anak memiliki filter moral di tengah derasnya arus informasi,” jelasnya di hadapan para peserta virtual.
Refleksi Ramadhan untuk Penguatan Karakter
Ketua DWP Provinsi Sulawesi Barat, Nurwati Junda, dalam arahannya menegaskan bahwa momentum bulan suci harus dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen sebagai perempuan yang cerdas dan berdaya. Hal ini selaras dengan dukungan DWP terhadap Panca Daya Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wagub Salim S. Mengga.
“Mari kita jadikan Ramadhan sebagai sarana memperkuat komitmen menjadi perempuan salehah yang mampu membawa nilai kejujuran, kesederhanaan, dan kepedulian ke dalam keluarga, organisasi, maupun masyarakat,” ujar Nurwati.
Ia juga mengajak seluruh anggota DWP untuk terus meningkatkan kualitas diri dan menjadikan organisasi sebagai wadah penguatan kapasitas perempuan yang seimbang antara nilai spiritual dan sosial.
Ketahanan Keluarga sebagai Fondasi Daerah
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja DWP Sulbar dalam membangun ketahanan keluarga. Dengan peran ibu yang tangguh dan bijak, diharapkan muncul generasi penerus Sulawesi Barat yang berakhlak mulia dan kompetitif.
Kajian ini ditutup dengan harapan agar seluruh anggota DWP dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sebagai teladan nyata dalam lingkungan keluarga masing-masing, guna memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah secara keseluruhan. (Rls)







