Mamuju, 8enam.com.-Ada yang berbeda saat memasuki gedung layanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat bulan Ramadhan ini. Mengusung konsep yang lebih humanis dan santai, perpustakaan kini menghadirkan fasilitas lesehan yang didesain khusus untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi para pemustaka, Rabu (25/2/2026).
Inovasi ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai arahan Gubernur Suhardi Duka (SDK) untuk membangun SDM unggul melalui ruang literasi yang inovatif dan inklusif.
Suasana Hangat untuk Ngabuburit Produktif
Area lesehan yang dilengkapi karpet lembut, bantal duduk, serta pencahayaan yang pas menciptakan atmosfer rileks namun tetap kondusif. Di bulan Ramadhan, fasilitas ini menjadi lokasi favorit pengunjung untuk “ngabuburit” produktif, mulai dari membaca Al-Qur’an, literatur keislaman, hingga buku pengembangan diri.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulbar, Mustari Mula, menjelaskan bahwa konsep ini bertujuan untuk menghapus kesan kaku pada perpustakaan.
“Ramadhan adalah momentum meningkatkan ibadah dan ilmu. Kami ingin perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan untuk memperdalam wawasan. Dengan fasilitas lesehan, pengunjung bisa merasa seperti di rumah sendiri, tetap produktif sambil menunggu waktu berbuka,” ungkap Mustari.
Koleksi Tematik Ramadhan dan Kearifan Lokal
Untuk mendukung nuansa religi, perpustakaan menyajikan sudut khusus koleksi tematik Ramadhan. Pengunjung dapat dengan mudah menemukan referensi mengenai:
- Sejarah Islam dan kisah para nabi.
- Fiqih puasa dan panduan amalan bulan suci.
- Buku motivasi Islami.
Tak hanya itu, perpustakaan tetap konsisten memamerkan koleksi muatan lokal Sulawesi Barat yang memuat sejarah, budaya, dan tokoh daerah sebagai upaya pelestarian identitas Mandar bagi generasi muda.
Pelayanan Humanis dan Jam Layanan Fleksibel
Selama Ramadhan, Bidang Layanan dan Pengembangan Bahan Pustaka melakukan penyesuaian jam operasional agar tetap dapat diakses maksimal oleh masyarakat. Petugas perpustakaan pun dibekali semangat pelayanan yang lebih ramah dan kekeluargaan guna menciptakan pengalaman berkunjung yang menenangkan.
Dengan inovasi “Perpustakaan Rasa Ruang Santai” ini, Dinas Perpustakaan Sulbar berharap dapat terus menjadi pusat edukasi sekaligus ruang sosial yang mempererat kebersamaan masyarakat dalam nuansa ibadah dan keberkahan. (Rls)







