Majene, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memastikan pemerataan akses informasi hingga ke pelosok daerah. Di sela agenda Safari Ramadan, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Sulbar, Ridwan Djafar, meninjau langsung pemanfaatan bantuan internet program SULBAR Digital di Puskesmas Salutambung, Kabupaten Majene, Rabu (25/2/2026).
Langkah ini merupakan implementasi visi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam memperluas konektivitas digital pada fasilitas layanan dasar guna mewujudkan pelayanan publik yang cepat dan responsif.
Internet Sebagai Jantung Administrasi Kesehatan
Peninjauan difokuskan pada pengecekan perangkat satelit dan kualitas jaringan. Staf Puskesmas Salutambung, Nursalim, mengakui bahwa kehadiran internet telah mengubah pola kerja petugas medis menjadi lebih efisien.
“Internet ini sangat bermanfaat. Input data pasien, pelaporan program nasional, hingga koordinasi dengan Dinas Kesehatan kini bisa dilakukan secara real-time. Kami tidak lagi terkendala jarak dalam pengiriman laporan,” ungkap Nursalim.
Meski demikian, Nursalim memberikan masukan teknis terkait perlunya reposisi antena agar tangkapan sinyal satelit lebih stabil dan maksimal menghadapi cuaca ekstrem.
Komitmen Keberlanjutan Layanan
Kadis KominfoSS, Ridwan Djafar, menegaskan bahwa monitoring ini bertujuan untuk memastikan bantuan stimulan yang diberikan pemerintah tidak hanya terpasang, tetapi berkelanjutan. Pihak puskesmas pun menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan langganan secara mandiri setelah masa stimulan berakhir.
“Kami akan segera menindaklanjuti evaluasi teknis terkait posisi antena. Keberlanjutan langganan ini sangat penting. Kita ingin infrastruktur digital yang sudah ada tetap hidup untuk mendukung pelayanan publik di fasilitas kesehatan,” ujar Ridwan Djafar.
Mendorong Digitalisasi Pelayanan Dasar
Melalui program SULBAR Digital, konektivitas di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Salutambung kini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan primer. Dengan internet yang stabil, diharapkan layanan kesehatan di wilayah Majene dapat berjalan lebih responsif dan terintegrasi dengan sistem informasi kesehatan nasional. (Rls)







