Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) memastikan layanan Inseminasi Buatan (IB) bagi para peternak tetap berjalan normal selama bulan suci Ramadan 1447 H. Kepastian ini diambil guna menjaga siklus reproduksi ternak agar tetap produktif dan tidak terlewatkan.
Langkah ini merupakan implementasi dari visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang menempatkan sektor peternakan sebagai pilar utama ekonomi daerah dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan peternak.
Siklus Reproduksi Tak Boleh Terhenti
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DTPHP Sulbar, Nur Kadar, menjelaskan bahwa layanan IB adalah kebutuhan strategis yang bergantung pada waktu ( time-sensitive ). Jika pelaporan birahi ternak terlambat, maka peternak harus menunggu siklus berikutnya yang berdampak pada kerugian ekonomi.
“Pelayanan IB tetap berjalan seperti biasa selama Ramadan. Kami mengimbau para peternak agar segera menghubungi inseminator jika ternaknya menunjukkan tanda birahi. Semen beku dalam kondisi siap dan tersedia, baik di stok kabupaten maupun provinsi,” jelas Nur Kadar, Senin (23/2/2026).
Inovasi Baru: Layanan IB Kini Tersedia untuk Kambing
Kabar baik bagi peternak kecil, Sulawesi Barat kini tidak hanya melayani IB untuk sapi dan kerbau, tetapi telah memperluas jangkauan ke ternak kambing. Penambahan layanan ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan populasi dan kualitas genetik ternak kecil yang banyak dikelola oleh masyarakat perdesaan.
Petugas Lapangan Tetap Siaga
Kepala DTPHP Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, menegaskan bahwa semangat pelayanan di bulan suci harus tetap terjaga. Seluruh petugas inseminator di lapangan telah diinstruksikan untuk tetap responsif terhadap laporan warga.
“Kami memastikan petugas tetap siaga memberikan pelayanan terbaik. Program IB ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan mutu dan daya saing ternak Sulawesi Barat di pasar nasional,” ujar Hamdani.
Pemerintah berharap peternak tetap proaktif berkoordinasi dengan petugas di lapangan. Sinergi yang kuat antara pemerintah dan peternak menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan populasi ternak unggul di Bumi Manakarra. (Rls)







