Example 300250
DaerahMamuju

Waspada Transisi Cuaca, Gubernur SDK Siagakan Alat Berat & Minta Pembenahan Drainase Cegah Longsor dan Banjir

×

Waspada Transisi Cuaca, Gubernur SDK Siagakan Alat Berat & Minta Pembenahan Drainase Cegah Longsor dan Banjir

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Memasuki fase peralihan musim kemarau ke musim penghujan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menginstruksikan peningkatan kewaspadaan di seluruh wilayah. Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk memperketat langkah mitigasi guna mengantisipasi ancaman banjir serta tanah longsor, Rabu (28/10/2026).

​Gubernur SDK menekankan bahwa setelah melewati fase kemarau panjang yang diwarnai ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kedatangan musim hujan harus dikelola dengan baik agar tidak berbalik menjadi musibah.

​”Musim kering sudah mulai berakhir dan kita akan memasuki musim hujan. Setelah kemarin kita menghadapi kekeringan dan Karhutla, jangan sampai di musim hujan ini kita justru dilanda banjir. Datangnya hujan harus menjadi berkah bagi kita semua. Karena itu, butuh kewaspadaan dan pembenahan infrastruktur sejak dini,” tegas Suhardi Duka.

​Tiga Langkah Mitigasi Utama Pemprov Sulbar:

  • ​Pembersihan Aliran Sungai & Drainase: Gubernur memerintahkan jajaran perangkat daerah di tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa untuk membersihkan seluruh saluran air yang tersumbat.
  • ​Waspada Retakan Tanah: SDK mengingatkan bahwa struktur tanah yang retak akibat kemarau ekstrem sangat rentan memicu tanah longsor apabila terisi curah hujan berintensitas tinggi.
  • ​Disagakan Alat Berat di Titik Rawan: Pemprov Sulbar menyiagakan armada alat berat di lintasan strategis dan area rawan bencana (black spot) agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat jika terjadi longsor.

​Selaras dengan Pilar Keselamatan ‘Panca Daya’

​Langkah responsif ini merupakan bagian dari komitmen Misi Panca Daya Gubernur Suhardi Duka dalam menjaga keselamatan warga, keandalan infrastruktur daerah, serta ketahanan lingkungan hidup Sulawesi Barat secara berkelanjutan.

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *