Senin , Juni 21 2021
Home / Daerah / Surat Suara Cakades Desa Lembah Hopo Terselip Ke Desa Babana

Surat Suara Cakades Desa Lembah Hopo Terselip Ke Desa Babana

Mateng, 8enam.com.-Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2017 yang pertama kalinya di gelar di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) sempat tegang, pasalnya di temukan surat suara Calon Kepala Desa (Cakades) dari Desa Lembah Hopo Kecamatan Karossa terselip ke TPS 2 Desa Babana Kecamatan Budong-budong, Senin (27/11/2017).

Mengetahui hal tersebut, selaku ketua panitia Pilkades, Asisten 1 Setda Mateng, Ishaq Yunus bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Mateng, Dzulkifli langsung mengambil langkah dengan mengumpulkan 5 Cakades Desa Babana, guna untuk mecarikan solusi bagaimana langkah terbaik agar Pemilihan bisa berjalan aman dan tertib.

“Kita harus mencarikan solusi, dan kita sudah sepakat atas kejadian ini. Ada Dua solusi yang di sepakati yakni, pertama, pemungutan suara di TPS 2 tetap kita lanjutkan, dengan catatan kita menambah durasi waktu Dua jam kedepan, yang semula jadwalnya sampai jam 1.00, kita tambah sampai pukul 15.00,” ujar Ishaq Yunus.

Yang kedua lanjut Ishaq Yunus, “apabila dalam penghitungan surat suara di temukan surat suara dari desa lain lebih dari 10 lembar, maka kita sepakat akan melakukan pemungutan suara ulang. Namun apabila surat suara itu maksimal 10 lembar, maka surat suara yang di maksud hanya dinyatakan batal,” tambahnya.

 

Di katakanya, ke 5 Cakades telah sepakat bahwa apa yang terjadi sudah selesai, dan seluruh tim pemenangan serta pendukung harus mengikuti apa yang telah di sepakati.

 

“Kita berharap untuk semua Cakades agar menjaga keamanan dan ketertiban umum, terutama bagaimana memberikan pemahaman kepada seluruh pendukung dan tim pemenangan, bahwa apa yang telah di sepakati itulah yang menjadi keputusan. Sehingga hal-hal yang tidak dinginkan tidak terjadi,” harapnya.

 

Hal senada juga di katakan oleh salah satu Cakades, bahwa kelima Cakades sudah melakukan rapat dengan Asisten 1 dan Kadis PMD Mateng untuk mencari solusi terbaik. Dan hasil rapat tersebut menghasilkan kesepakatan, kalau lebih dari 10 surat suara dari desa lain, maka itu dinyatakan batal. Tetapi kalau kurang dari 10, maka di sepakati untuk tetap lanjut. (Ysn/Ra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *