Mamuju, 8enam.com.-Meski tahun 2026 baru berjalan separuh, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sudah curi start dalam mengamankan pundi-pundi anggaran untuk tahun 2027. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat dilaporkan langsung bergerak cepat melakukan penyaringan ketat terhadap program-program kerja daerah.
Langkah taktis ini dilakukan melalui agenda pemetaan kegiatan pembangunan prioritas daerah dalam rangka harmonisasi kebijakan fiskal nasional Tahun Anggaran 2027 yang diikuti secara daring pada Rabu (17/6/2026).
Rapat krusial yang digelar dari Ruang Rapat Bidang Anggaran ini dipimpin oleh Kepala Bidang Anggaran dan Bina Kabupaten BPKAD Sulbar, Abd. Kuddus, didampingi Plt. Kasubbid Wilayah II, Amir Hamzah.
Lantas, program apa saja yang bakal diprioritaskan untuk didanai tahun depan?
Fokus Pelayanan Dasar: Proyek Non-Prioritas Siap-Siap Dipangkas
Proses pemetaan ini bukan sekadar rutinitas pencatatan. Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan ini menjadi ajang pembuktian kelayakan proposal anggaran Sulbar di mata pusat.
Pemerintah pusat dan daerah melakukan konfirmasi serta screening ketat terhadap kebutuhan pendanaan dengan fokus utama pada:
- Peningkatan Kualitas Pelayanan Dasar: Sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur wajib terjamin.
- Sinkronisasi Pusat-Daerah: Memastikan program di Sulbar tidak tumpang tindih dengan proyek strategis nasional.
- Kebutuhan Riil Lapangan: Anggaran dikunci hanya untuk program yang berbasis data riil masyarakat, bukan proyek titipan.
Data hasil pemetaan ini nantinya akan menjadi kartu as bagi Pemprov Sulbar dalam menentukan besaran dana transfer yang akan dikucurkan oleh Kementerian Keuangan ke kas daerah.
Jalankan Misi Kelima Gubernur Suhardi Duka
Langkah BPKAD Sulbar yang bergerak cepat mengunci anggaran masa depan ini berjalan beriringan dengan misi kelima Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Gubernur terus menekan seluruh instansi keuangan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta memastikan pelayanan publik terdanai dengan baik.
Kepala Bidang Anggaran dan Bina Kabupaten BPKAD Sulbar, Abd. Kuddus, menegaskan bahwa keikutsertaan mereka adalah jaminan agar tidak ada program penting warga yang telantar akibat salah perencanaan.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat memastikan bahwa program pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan dasar, benar-benar terpetakan dengan baik dan didukung oleh perencanaan anggaran yang akuntabel serta berbasis kebutuhan riil daerah,” tegas Abd. Kuddus.
Siap Hadapi Tantangan Fiskal
Dengan dimulainya peta jalan anggaran 2027 ini, BPKAD Sulbar optimis postur APBD Sulbar ke depan akan jauh lebih sehat, kokoh, dan tahan banting menghadapi tantangan ekonomi nasional.
Sinergi ketat bersama Kemenkeu ini diharapkan mampu melahirkan perencanaan keuangan yang matang, efektif, dan sepenuhnya berorientasi pada kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat. (Rls)
Editor : Ammar







