Example 300250
DaerahMamuju

Perkuat Kerukunan Umat dan Respons Digitalisasi, Pemprov Sulbar Sambut Kunjungan Wasekjen MUI Pusat

×

Perkuat Kerukunan Umat dan Respons Digitalisasi, Pemprov Sulbar Sambut Kunjungan Wasekjen MUI Pusat

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyambut hangat kunjungan kerja dan monitoring evaluasi (monev) dari jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Rumah Jabatan Sekprov Sulbar, Rabu (14/10/2026).

​Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, menerima langsung Wasekjen MUI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri, Safira Machrusah, bersama Wasekjen MUI Pusat Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga, Nilmayeti Yusri.

​Mewakili Gubernur Suhardi Duka (SDK) yang tengah menjalankan agenda kedinasan di Jakarta, Sekprov Junda menegaskan pentingnya peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, merawat toleransi, serta membentengi masyarakat majemuk di Sulbar dari paham radikal.

​”Koordinasi antara Pemprov Sulbar dan MUI selama ini berjalan sangat harmonis. Karakteristik masyarakat Sulbar yang beragam dari sisi suku dan agama membutuhkan kolaborasi erat untuk terus merawat toleransi dan menjaga keharmonisan,” ujar Junda Maulana.

​Meski menghadapi tantangan fiskal daerah, Junda memastikan Pemprov Sulbar tetap berkomitmen memberikan dukungan terbaik bagi keberlangsungan program pembinaan umat melalui fasilitasi sarana dan kemitraan strategis.

​MUI Pusat Dorong Digitalisasi dan Kemandirian Lembaga

​Sementara itu, Wasekjen MUI Pusat, Safira Machrusah, menjelaskan bahwa monev dua tahunan ini bertujuan mengukur kontribusi serta penguatan kelembagaan MUI di tingkat daerah.

​Pada monev 2026 ini, MUI Pusat memberikan penekanan khusus pada dua aspek utama:

Adaptasi Digitalisasi: MUI daerah didorong memanfaatkan platform digital seperti website dan media sosial resmi untuk meluaskan dakwah serta menyebarkan pandangan strategis yang menyejukkan.

​Kemandirian Fasilitas: Mendorong hadirnya kantor sekretariat mandiri bagi MUI Sulbar agar koordinasi lintas ormas Islam dan pelayanan umat dapat berjalan optimal.

​”Keberadaan MUI sebagai pelindung dan pelayan umat (khadimul ummah) serta mitra pemerintah (shadiyqul hukumah) perlu ditopang kelembagaan yang kuat, fasilitas yang memadai, dan sinergi yang harmonis bersama pemerintah daerah,” pungkas Safira.

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *