Selasa , Agustus 9 2022
Home / Daerah / Peran Orangtua Sebagai Sahabat Anak Dalam Belajar Daring

Peran Orangtua Sebagai Sahabat Anak Dalam Belajar Daring

Kolaka Timur, 8enam.com.-Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah jadi tema kegiatan Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 22 Juli 2021 di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini diikuti 922 peserta

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari pendiri The Emotional Human Reaction in Reflecting Incident, Indah Arifah Febriyani; Guru Besar Tetap Universitas Halu Oleo Bidang Pendidikan Bahasa Indonesia, Aris Badara; Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), Hesthi Murthi; dan pemengaruh (influencer), Lois Merry Tangel. Adapun bertindak sebagai moderator adalah penyiar radio dan televisi, Daniel Hery. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Indah Arifah Febriyani sebagai pemateri pertama membawakan materi “Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital”. Indah menyebut salah satu kesulitan belajar daring adalah peserta didik kurang termotivasi, apalagi jika orangtua dan guru juga kurang perhatian.

“Hargai proses belajar anak, jangan hanya melihat hasilnya. Apresiasi dari guru dan orang tua sangat penting untuk memotivasi anak,” pesannya.

Aris Badara menyampaikan topik “Mendeteksi, Mencegah, dan Menyikapi Perundungan Siber”. Ia mengatakan bahwa perundungan merupakan bagian dari kekerasan yang kerap dialami anak.

“Korban perundungan biasanya anak yang terisolasi secara sosial. Perundungan siber bisa lebih buruk karena terkait jejak digital yang kejam. Kita tahu kalau berita atau foto sudah masuk di media sosial, semua bisa tahu,” ujarnya.

Pemateri ketiga, Lois Merry Tangel membawakan materi “Welcome to New Era of Education System”. Menurut Lois, agar menjadi pendidik yang baik, guru dan orangtua harus memposisikan sebagai sahabat anak.

“Dengan belajar jarak jauh dari rumah, orangtua berperan mengarahkan dan harus melek teknologi. Kalau tidak, anak bisa mengelabui orangtua dengan teknologi dan internet,” terangnya.

Hesthi Murthi sebagai pemateri terakhir menyampaikan materi “Digital Safety: Tips untuk Anak dan Remaja”. Dalam mendidik anak zaman sekarang, kata Hesti, pola komunikasi harus diubah. Orangtua tidak bisa lagi melarang anak tanpa penjelasan.

“Kaitannya dengan internet, berikan anak akses, tetapi tetap dalam ruang pengawasan. Beri penjelasan apa yang boleh dan tidak boleh diakses anak, berikut risiko dan konsekuensinya jika dilanggar,” tegasnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu peserta, Rina Setiawati, bertanya tentang bagaimana cara agar anak tetap sehat dengan semua kegiatan sekolah dan les daring. Indah Arifah Febriyani menanggapi bahwa orangtua harus pintar mengatur waktu belajar daring di rumah agar anak tidak kecanduan main gawai.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.