
Mateng, 8enam.com.-Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk masyarakat terdampak covid-19 resmi dimulai.
Hal itu ditandai dengan dilanunchingnya pembayaran BST yang digelar di halaman Kantor PT Pos Indonesia Cabang Mamuju Tengah, Senin (11/5/2020).
Hadir dalam kegiatan Launching Pembayaran BST tersebut Asisten Bidang Administrasi Umum, Colleng Sulaiman mewakili Bupati Mamuju Tengah, Sekertaris Dinsos Mateng, Akbar As’ad, Pabung Mateng, Kodim 1418 Mamuju, Polres Mateng, Dinkes Mateng dan camat se Kabupaten Mamuju Tengah.

Sekertaris Dinsos Mateng, Akbar As’ad menyebutkan, BST adalah Program Pemberian bantuan tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan pemerintah dalam rangka kompensasi Pandemi Covid-19, dengan 3 tahap, bantuan tersebut berupa uang tunai sebesar 600 ribu perbulan selama 3 bulan.
Dia menuturkan, jumlah kuota Bantuan Sosial Tunai Kabupaten Mamuju Tengah sesuai surat dari kementrian sosial adalah sebanyak 8.563 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), data usulan tahap I dari Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Tengah sebanyak 6.182 KPM, tahap II sebanyak 32 KPM, dan tahap III 2.102 KPM. Jadi jumlah keseluruhan sampai dengan tahap III sebanyak 8.316 KPM, untuk realisasi Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap pertama yang melalui POS sebanyak 5.256 KPM dan untuk selebihnya akan masuk di penyaluran tahap II.
“Untuk itu kami meminta agar masyarakat tidak perlu resah terkait bansos tersebut. Sebab, pihaknya memastikan semuanya akan tersalurkan sesuai dengan data yang ada,” ujar Akbar As’ad.
Ditegaskannya, bagi KK yang sudah mendapatkan PKH atau sembako tidak mungkin lagi mendapatkan BST itu. Jadi bagi yang sudah mendapatkan PKH atau Sembako maka tidak dapat lagi BST. Sehingga tidak ada pendobelan guna menjaga keadilan.

“Bantuan ini bukan faktor utama dalam memenuhi kebutuhan hidup, namun hanya sebagai penyokong atau membantu meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari selama masa pandemi covid-19,” terangnya.
“Untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran, pihaknya melibatkan semua lini, mulai dari tingkat desa. Semoga bantuan BST ini sesuai dengan yang diharapkan dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Administrasi Umum, Colleng Sulaiman menyampaikan, covid-19 menimbulkan dampak yang luar biasa, terutama terhadap sektor ekonomi. Dan yang paling terdampak tentu masyarakat bawah.
“Sektor ekonomi masyarakat sangat terasa, terutama bagi masyarakat tidak mampu, sehingga pemerintah mengeluarkan program BST dari Kementerian Sosial RI untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. Saya harapkan, bantuan BST ini bisa mengurangi beban ekonomi masyarakat, dan meminta kepada KK penerima agar memanfaatkan dana BST itu dengan baik, tidak boleh membeli rokok terutama kepada bapak-bapak, namun menggunakan dana itu membeli kebutuhan pokok dasar termasuk alat pelindung diri guna memenuhi kebutuhan selama masa pandemi covid-19,” ungkap Colleng. (SN/wan)







