Kamis , Agustus 6 2020
Home / Daerah / Nurvaizah, Bocah Penderita Ginjal Menuai Simpati Dari Komunitas SDM Tenaga Pendamping PKH Mamuju

Nurvaizah, Bocah Penderita Ginjal Menuai Simpati Dari Komunitas SDM Tenaga Pendamping PKH Mamuju

Mamuju, 8enam.com.-Nurvaizah seorang anak yang menderita penyakit ginjal Warga Pabettengan Kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju, mendapat simpati dari Komunitas SDM Tenaga Pendamping PKH Mamuju

Sastra iskandar melui akun facebooknya, menyampaikan keprihatinan terhadap Nurvaizah. Melalui akun faceboknya, ia juga menyampaikan akan berkunjung ke rumah orang tua Nurvaizah.

“Kita sekarang berkunjung kerumah Nurvaizah, bertemu dengan ortu dan berbagi sedikit rezeki kepada ortu Nurvaizah,” ungkap Sastra, Dewan penasehat Komunitas SDM PKH yang juga pendamping PKH Kecamatan Bonehau, Sabtu (13/6/2020).

Selain membantu dengan menyisihkan sesikit rezekinya, Sastra bersama Komunitas SDM Tenaga Pendamping PKH juga melakukan edukasi kepada orang tua Nurvaizah, agar anaknya segera di bawah kerumah sakit guna memperjelas diagnosa penyakit yang diderita.

Nurvaizah menderita penyakit ginjal kurang lebih 6, dan sudah pernah di bawa kerumah sakit. Namun dikeluarkan oleh orang tuanya karena selama 11 hari di rumah sakit tak kunjung ada perubahan.

“Sudah pernah masuk rumah sakit pak, cuma dikeluarkan karena tak kunjung ada perubahan,” Kata Abdul Wahid orang tua Nurvaizah

Dari sisi ekonomi, kedua orang tuanya juga adalah orang kurang mampu atau menengah kebawa, hal itu menjadi alasan untuk tidak bertahan dirumah sakit.

Namun setelah diberikan pencerahan dan masukan, Abdul Wahid membawa Nurvauzah kerumah sakit Mitra Mamuju.

Diketahui Nurvauzah sekolah di SDN Inpres Pabettengan Kacamatan Bonehau dan baru kelas dua, tentunya perlu dukungan dari segala pihak.

Sementara itu, Pendamping PKH Kecamatan Simbora, Jusriah juga menyampaikan Keprihatinanya kepada Nurvaizah, dan berharap kepada seluruh masyarakat agar bergandengan tangan dalam meringankan beban orangtua anak tersebut.

“Gotong royong dan saling bahu membahu dengan meringankan beban ortu tersebut, kita sebagai warga Mamuju harus selalu memgentalkan jiwa gotong royong dalam kemanusiaan,” tutup Jusriah. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *