Selasa , Desember 7 2021
Home / Daerah / Misiyah Misi Sebut, Sulbar Merupakan Wilayah Tertinggi Tingkat Perkawinan Anak

Misiyah Misi Sebut, Sulbar Merupakan Wilayah Tertinggi Tingkat Perkawinan Anak

Mamuju, 8enam.com.-Provinsi Sulawesi Barat merupakan wilayah tertinggi tingkat perkawinan anak. Hal itu disampaikan oleh Direktur Institut Kapal perempuan, Misiyah Misi saat Dialog Multipihak Revisi UU Perkawinan Untuk Pencapaian SDGs Upaya Mewujudkan Keadilan dan Kesetaraan Gender Di Sulawesi Barat yang berlangsung di Hotel Matos mamuju Sulbar Selasa (1/10/2019) kemarin.

Misiyah Misi mengatakan, Atas nama Kapal perempuan, YKPM dan Kartini Manakarra pihaknya menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua yang hadir, rekan-rekan wartawan yang menyempatkan hadir dalam pertemuan ini.

Dia katakan, pertemuan ini sebenarnya merupakan gagasan yang bukan hal baru, tetapi ini merupakan rangkaian kerja panjang sekali dan dirinya mengaku saat itu sempat bertemu dengan tim provinsi untuk menggagas sebuah regulasi yang memungkinkan ditempatkan di Sulawesi Barat.

“Pembahasan kali ini sebenarnya kita ingin sekali mendialogkan aksi kongkrit atau kegiatan, atau hal nyata yang bisa kita berbuat secara bersama-sama. Sehingga didalam pertemuan ini kita tidak sedang membahas sesuatu yang selesai setelah kita keluar dari ruangan, tetapi kita akan membahas sesuatu yang bisa kita tindaklanjuti berdasarkan pada kemampuan dan tanggungjawab masing-masing,” kata Misiyah Misi.

Karena disini lanjutnya, beragam latar belakangnya, maka pihaknya bisa menampilkan sesuatu yang berbeda-beda tetapi dalam tujuan yang sama.

“Keperihatinan awalnya adalah Sulawesi Barat ini merupakan Provinsi tertinggi tingkat perkawinan anak. Dan saat ini indonesia sedang merevisi UU Perkawinan anak,” ujarnya.

Kalau dalam vidio tadi kata Misiyah Misi, masih dipisahkan Perbup, saat ini revisi sebenarnya sudah selesai dilakukan dan diberlakukan usia 19 tahun boleh sebagai batas minimal perkawinan baik laki-laki maupun perempuan.

“Nah perubahan UU ini mesti kita respon. Terkait dengan Sulawesi Barat yang mempunyai tingkat perkawinan anak yang tinggi apa yang bisa kita lakukan secara bersama-sama, sehingga kita bisa mendialogkan semua pikiran dan pengalaman kita selama ini menjadi tindakan nyata untuk ditelaah,” ungkapnya.

“Untuk memperbaharui, memperbaiki dan memajukan Sulawesi Barat, sekali lagi dalam kesempatan ini kami menyampaikan selamat ulang tahun yang ke 15 untuk sulawesi barat. Mudah-mudahan sulawesi barat segerah beranjak dari problem-problem dan kita bisa melakukan bersama-sama bergandeng tangan untuk memajukannya,” pungkasnya.

Diketahui pelaksanaan dialog tersebut diinisiasi oleh 3 lembaga pegiat perlindungan Anak dan perempuan yaitu Kartini Manakarra, YKPM dan Institut Kapal Perempuan yang dipandu langsung Direktur Kartini Manakarra Dian Daniati selaku moderator. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *