Example 300250
DaerahMamuju

Lokasi Dekat Pusat Kota tapi Masih Kritis! Sekda Sulbar Buka Suara Usai Disodori Temuan Mahasiswa UGM

×

Lokasi Dekat Pusat Kota tapi Masih Kritis! Sekda Sulbar Buka Suara Usai Disodori Temuan Mahasiswa UGM

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Letaknya tak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Mamuju, namun Desa Sumare dan Desa Tapandullu di Kecamatan Simboro ternyata menyimpan “lingkaran setan” persoalan sosial yang cukup memprihatinkan.

​Fakta mengejutkan ini terungkap dalam audiensi antara tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pada Senin (3/8/2026).

​Menerima langsung hasil riset dan pengamatan para mahasiswa di ruang kerjanya, Sekretaris Daerah (Sekda) Sulbar, Junda Maulana, yang mewakili Gubernur Suhardi Duka, tak menutupi rasa terkejutnya sekaligus mengapresiasi keberanian mahasiswa UGM mendobrak fakta lapangan.

​Lantas, apa saja lingkaran persoalan yang ditemukan dan pesan tegas apa yang disampaikan Sekda Sulbar?

​”Jangan Takut!” — Pemprov Butuh Kritik Jujur

​Dalam pertemuan yang turut dihadiri sejumlah Kepala OPD Pemprov Sulbar tersebut, Junda Maulana secara terbuka meminta para mahasiswa untuk tidak sungkan atau “halus” dalam menyusun rekomendasi kebijakan.

​Pemerintah daerah justru membutuhkan data mentah yang jujur sebagai bahan evaluasi kebijakan yang selama ini berjalan.

​”Jangan takut dan jangan ragu menyampaikan rekomendasi. Apa yang ditemukan di lapangan silakan diungkapkan. Pemerintah justru membutuhkan masukan seperti itu sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan,” tegas Junda.

​Tiga ‘Musuh Utama’ di Pesisir Simboro

​Dari hasil pemaparan mahasiswa UGM, Junda mengurai bahwa kemiskinan, stunting, dan rendahnya akses pendidikan di Sumare serta Tapandullu saling mengikat satu sama lain:

Kemiskinan & Sanitasi: Memicu rendahnya kualitas hidup, minimnya sanitasi layak, dan buruknya pengelolaan sampah rumah tangga.

Pernikahan Dini & Stunting: Angka pernikahan usia di bawah 21 tahun masih marak. Padahal, kehamilan pada usia remaja sangat berisiko tinggi melahirkan anak stunting karena sang ibu sendiri masih membutuhkan gizi untuk masa pertumbuhan.

Potensi Ikan Berlimpah tapi Kurang Gizi: Hasil tangkapan laut di Sumare sangat melimpah, namun sebagian besar langsung dijual demi uang tunai. Ironisnya, tingkat konsumsi ikan di dalam rumah tangga warga setempat justru rendah.

Tantangan Gadget: Penggunaan gawai tanpa pengawasan di kalangan remaja mengikis motivasi belajar untuk melanjutkan sekolah ke jenjang tinggi.

​Hasil Kajian Jadi Amunisi Kebijakan Pemprov

​Mengakhiri audiensi, Sekda Sulbar menginstruksikan tim KKN UGM untuk mempertajam seluruh draft temuan dan rekomendasi mereka sebelum masa pengabdian berakhir.

​Junda memastikan bahwa poin-poin kajian akademis yang relevan tidak akan berakhir di tumpukan kertas arsip, melainkan akan langsung dimasukkan ke dalam peta penyusunan program pembangunan Provinsi Sulawesi Barat ke depan.

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *