Jumat , Oktober 23 2020
Home / Bolsel / Kreatif…!! Pria Desa Lion Ini Ciptakan Mesin Perontok Cengki

Kreatif…!! Pria Desa Lion Ini Ciptakan Mesin Perontok Cengki

Bolsel, 8enam.com.-Tinggal di desa bukan berarti tidak memiliki inovasi, banyak hal yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di pedesaan terkait dengan inovasi luar biasa.

Seperti yang di lakukan oleh Hirsan Moogangga salah satu Kepsek di Sekolah Dasar Negri (SDN) yang ada di Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolsel.

Hirsan Moogangga adalah salah satu putra kelahiran dari Desa Lion yang saat ini telah menetap di Desa Momalia 2 dan berprofesi sebagai Kepsek SDN 3 Momalia, namanya mungkin tidak pamiliyar, akan tetapi putra kelahiran Desa Lion ini memiliki inovasi unik yang dapat membantu para petani di desanya.

Hirsan Moogangga mengatakan, mesin ini tercipta berawal dari pengalamannya, ketika dirinya mencoba merontokan (Bacude) Cengki miliknya.

“Paya dan istri saya tahun kemarin (2019), pada saat panen Cengki merasa kesusahan dan letih, siangnya metik Cengki dan malamnya harus merontokkan atau memisahkan buah Cengki dari gagangnya (Ba cude Cengki), biasanya sampai jam dua malam kami baru selesai ba cude Cengki. Malamnya saya merasa letih karena Ba cude Cengki dan paginya saya harus ke sekolah untuk menjalankan tanggung jawab sebagai kepsek di SDN 3 momalia, dari pengalaman yang saya rasakan ketika musim panen cengki, inovasi ini muncul,” ucap Hirsan Moogangga kepada awak media saat di konfirmasi, Senin (28/9/2020).

Hirsan juga mengatakan, tidak langsung berhasil, tapi mengalami beberapa kali kegagalan dalam membuat inovasi (mesin perontok cengki) ini, dan membutuhkan waktu berbulan sampai mesin perontok cengki ini sempurna 100 persen.

“Kurang lebih 6 bulan saya membuat alat ini dan mengalami beberapa kali gagal ketika uji coba, cengki putus-putus dan rusak. Walaupun memaki modal yang cukup besar karena beberapa kali gagal, saya tidak patah semangat untuk menciptakan alat perontok cengki, dan Alhamdulillah usaha tidak perna menghinati hasilnya. Mesin perontok cengki ini selesai 100 persen dan sudah beberapa kali di uji coba,” ata putra kelahiran Desa Lion tersebut

Ia juga mengatakan, Normalnya orang-orang merontokkan (bacude) Cengki menggunakan tangan dan membutuhkan waktu yang berjam-jam untuk selesai.

“Merontokkan cengki (bacude cengki) dengan menggunakan tangan dinilai kurang efektif, karena membutuhkan waktu berjam-jam baru selesai, dengan menggunakan mesin ini kita bisa menghemat waktu dan tenaga, dalam 1 karung cengki yang hitungan 10 liter bersih hanya membutuhkan kurang lebih 1 jam lebih tepatnya 40 menit selesa dengan menggunakan mesin ini,” tutupnya. (2M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *