Selasa , Agustus 9 2022
Home / Daerah / Kreatif dan Positif Berinternet Berikan Kemanfaatan ke Masyarakat

Kreatif dan Positif Berinternet Berikan Kemanfaatan ke Masyarakat

Toli-toli, 8enam.com.-Sebanyak 879 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 3 Desember 2021 di Toli-toli, Sulawesi Tengah.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Jadi Pembuat Konten yang Hits dan Berfaedah”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Dosen & Head of Digital Creative SoroganPreneur, M. A. Prasnowo; YouTuber & Kreator Konten, Joe Adimara; Dosen & Peneliti, Jokhanan Kristiyono; serta Web Development Specialist, Stenley Fischer. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Praktisi Humas Aguslia Hidayah. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Selanjutnya, M. A. Prasnowo sebagai narasumber pertama membuka sesi pemaparan dengan materi kecakapan digital bertema “Menyambut Generasi Alfa, Peluang dan Tantangan Keterampilan Digital”. Menurut dia, kemampuan beradaptasi dan berinovasi menjadi kebutuhan dasar yang harus disiapkan orangtua dan pendidik bagi generasi Alfa.

“Keterampilan digital penting bagi generasi Alfa untuk menghadapi tantangan ekosistem virtual dan global, berinovasi berdasar pada potensi serta beradaptasi dan berdaya saing dalam pekerjaan masa depan,” ujar dia.

Berikutnya, Joe Adimara menyampaikan materi etika digital berjudul “Good Content for Your Social Media”. Ia mengatakan, media sosial bisa digunakan untuk membangun citra diri dengan cara menonjolkan keunikan dan keotentikan, menjadi ahli dalam satu bidang, dan membuat konten berkualitas. Selanjutnya, konsistensi serta penerapan budaya dan etika sebagai rambu-rambu bermedia digital harus juga diperhatikan.

“Pastikan konten yang dibuat bermanfaat dan mudah dilakukan oleh semua orang,” pesannya.

Sebagai pemateri ketiga, Jokhanan Kristiyono membawakan tema budaya digital tentang “Memahami Multikulturalisme dalam Ruang Digital”. Menurut dia, globalisasi yang membuka sekat-sekat negara dan bangsa menjadikan masyarakat majemuk tak bisa lepas dari keterhubungan, interaksi bahkan pergesekan budaya.

“Karenanya, penting untuk memanfaatkan teknologi digital guna mendukung pelestarian dan penyebarluasan, membuka akses informasi, eksplorasi serta digitalisasi budaya,” papar dia.

Adapun Stenley Fischer, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Analisis Kasus Perundungan Siber dan Cara Menghentikannya”. Ia mengatakan, berbagai jenis perundungan siber mulai dari provokasi hingga penyebaran rahasia pribadi bisa dihindari dengan memperkuat pengaturan pengamanan akun digital.

“Jika mengalami perundungan siber, hadapilah dengan tenang dan jangan emosi, abaikan atau blokir pelaku, kumpulkan bukti, minta dukungan orang terdekat lalu laporkan ke pihak berwajib,” jelasnya.

Setelah pemaparan materi, webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Aguslia Hidayah. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta bertanya tentang bagaimana menumbuhkan kesopanan generasi muda dalam berinternet di tengah fenomena tingkat peradaban masyarakat dunia maya kita yang buruk.

Narasumber menjelaskan bahwa fenomena ketidaksopanan di dunia digital tidak mencerminkan budaya luhur masyarakat bangsa kita yang sesungguhnya secara keseluruhan karena banyak akun anonim, ganda atau bot yang menyebarkan konten negatif. Kesadaran generasi muda untuk menjaga etika penting ditanamkan dari lingkungan terdekatnya di dunia nyata yang akan tercermin dalam aktivitas positif di dunia maya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.