Selasa , Juli 16 2019
Home / Daerah / Kisah Penjual Kue Yang Bisa Naik Haji, Serasa Mimpi Namanya Dipanggil

Kisah Penjual Kue Yang Bisa Naik Haji, Serasa Mimpi Namanya Dipanggil

Rahtia bin Laupa, penjual kue yang bisa naik haji. foto : istimewa

Mateng, 8enam.com.-Tahun 2019 ini adalah tahun yang paling mengharukan bagi Rahtia bin Laupa warga asal Desa Topoyo Kecamatan Topoyo Kabuaten Mamuju Tengah (Mateng), karena namanya dipanggil untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci mekkah dari hasil berjualan kue, kopi dan mie siram.

“Saya tidak menyangka kalau saya akan dipanggil untuk pergi haji. Ini seperti mimpi, mungkin karena memang sudah takdir saya juga,” ungkap Rahtia saat ditemui sebelum di berangkatkan menuju Embarkasi makassar, Jum’at (12/7/2019).

Dia mendaftar untuk naik haji pada tahun 2012, selama itu dia mengaku menabung uang hasil dari menjual kue, kopi dan lainnya meskipun jumlahnya kecil, hanya Rp 20.000 sampai 50.000 per hari, dan berharap suatu saat nanti, tabungan itu bisa untuk menunaikan ibadah haji.

“Dari hasil jualan itu, saya selalu meniatkan untuk menabung sebagai biaya untuk naik haji, walau sedikit per hari saya tabung karna saya berniat untuk berhaji,” tuturnya.

Diketahui, Rahtia menjual kue, kopi, mie siram, nasi kuning di kawasan alun-alun kota Topoyo. Kue dan nasi kuning yang dia jual adalah milik orang lain yang dititipkan untuk di jual diwarung sederhanya itu. (Ach/wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *