Minggu , September 20 2020
Home / Daerah / Kisah Pejuang Kebersihan Bekerja Menggunakan Alat Seadanya, Kantong Plastik Dipakai Pembungkus Tangan

Kisah Pejuang Kebersihan Bekerja Menggunakan Alat Seadanya, Kantong Plastik Dipakai Pembungkus Tangan

Jangankan untuk perlengkapan kami pak, jaring untuk mengangkut sampah saja kami beli sendiri

Mamuju, 8enam com.-Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, peran para petugas kebersihan tak boleh dianggap remeh, disaat yang lain dapat melakukan Work from home (WFH), mereka masih harus terus bekerja seperti biasa.

Mereka dituntut untuk terus bekerja diluar rumah, meski khawatir terpapar wabah yang mungkin juga dapat membahayakan keluarganya dirumah, namun sayangnya para petugas kebersihan ini kadang luput dari perhatian. Pasalnya, petugas kebersihan ini bekerja hanya menggunakan perlengkapan seadanya.

Dalam sebuah foto yang berhasil diabadikan, terlihat para petugas kebersihan hanya menggunakan perlengkapan seadanya, bahkan mereka menggunakan kantong plastik untuk membungkus tangan.

Seperti pengakuan salah seorang petugas kebersihan di kabupaten Mamuju, YL (38) mengaku sangat mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah terkait perlengkapan yang mereka gunakan saat bertugas.

“Saya bekerja sejak 2009 hingga saat ini, dulu kami pernah dibelikan seragam, tapi sekarang jangankan seragam, kaos tangan dan sepatu saja tidak ada,” kata YL, Minggu (13/9/2020).

Ia mengaku pernah melakukan protes karena yang sangat mereka butuhkan adalah sepatu, kaos tangan dan masker, namun tak pernah diberikan. Bahkan katanya, masker itu dibagikan saat pandemi Covid-19 mulai mewabah.

“Jangankan untuk perlengkapan kami pak, jaring untuk mengangkut sampah saja kami beli sendiri,” terang YL.

YL yang kini bertugas diwilayah kelurahan Simboro, Kabupaten Mamuju, juga mengeluhkan karena saat ini BPJamsostek para petugas sampah tak lagi aktif, sehingga tak dapat menikmati bantuan pemerintah.

“Saya pernah mendatangi BPJamsostek untuk menanyakan bantuan pemerintah yang 600 ribu perbulan itu pak, tapi katanya kartu kami sudah tidak aktif lagi, padahal kami sangat mengharapkan uang itu,” ucap YL.

Sementara untuk penghasilan, YL mengaku dulu sejak mulai bertugas pada tahun 2009, gajinya sebesar 890 ribu perbulan, kemudian naik menjadi 1,2 juta pebulan. Namun sejak pemerintahan sekarang, gaji itu tak pernah lagi bertambah.

Lurah Simboro, Ilham menyampaikan bahwa pihaknya sudah menganggarkan pengadaan untuk perlengkapan para petugas kebersihan, namun karena covid-19, akhirnya semua harus tertunda.

“Tahun ini kami anggarkan mantel, jenggel bok, kaos tangan, dan baju petugas tetapi di refokusing untuk covid, jadi Insyaallah kami anggarkan lagi 2021,” kata Ilham, Lurah Simboro.

Sementara itu, untuk BPJamsostek para petugas kebersihan diakui bahwa saat ini memang sudah tidak aktif lagi.

“BPJamsostek dulunya dianggarkan di DLHK, tapi setelah dilimpahkan ke Kelurahan, saya baru tau kalo BPJSnya sudah tidak ditanggung lagi oleh dinas,” lanjut Ilham.

Ia mengaku akan meminta anggaran ke Bupati Mamuju agar nantinya BPJS Ketenagakerjaan ini kembali dapat diaktifkan.

“Untuk perlengkapan mereka, saya lobi dulu anggarannya. Tapi kalau kenaikan gaji itu tidak bisa ditentukan sendiri karena itu harus menjadi kebijakan yang seragam disemua kelurahan,” demikian tutup Ilham. (*/rfa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *