Selasa , Desember 7 2021
Home / Daerah / Ketahui Syarat dan Aspek Desa Wisata

Ketahui Syarat dan Aspek Desa Wisata

Bulukumba, 8enam.com.-Sebanyak 1.862 peserta mendaftarkan dirinya untuk
mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo,yang dilaksanakan secara virtual pada 23 November 2021 di Bulukumba, Sulawesi Selatan dengan tema “Promosi Digital agar Daerah Wisata Terkenal”.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar ini, yaitu Erin Gayatri selaku peneliti muda Pusat Studi dan Keamanan UGM; Upi Asmaradhana selaku trainer sekaligus praktisi; Syamsul Asri selaku advokat sekaligus managing partner ASRI Law Firm; serta Ravianka Calista sebagai pemuka pendapat kunci sekaligus dokter gigi. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Richard Lioe.
Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan video Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Materi pertama dibawakan Erin Gayatri yang membawakan materi “Keterampilan Digital untuk Kemajuan Pariwisata”. Ia membuka sesinya dengan menjelaskan mengapa keterampilan digital merupakan hal penting untuk dimiliki pada era ini. Menurut Erin, keterampilan digital dapat diperoleh dengan berbagai cara.

“Anda dapat belajar secara otodidak serta memanfaatkan kursus daring yang tersedia di internet, mulai dari yang gratis hingga yang berbayar,” ujarnya.

Sesi pemaparan materi dilanjutkan Ravianka Calista dengan tema “Peran dan Fungsi e-Market dalam Mendukung Produk Lokal”. Ravianka menjelaskan bahwa salah satu produk lokal yang dapat memberikan banyak keuntungan bagi masyarakatnya apabila dapat dikelola dengan baik adalah desa wisata. Syaratnya adalah harus ada keaslian atau ciri khas pada desa wisata, tradisi
lokal milik desa, serta sikap dan nilai dari masyarakat desa itu sendiri.

“Mengapa ini menjadi penting? Karena masyarakat harus siap terhadap perubahan yang akan datang mengingat akan ada banyak orang dari luar desa yang berlalu lalang berkunjung,” tuturnya.

Pemateri ketiga, Upi Asmaradhana, memaparkan tema “Mengenalkan Budaya Indonesia melalui Literasi Digital”. Ia menjelaskan berbagai cara untuk memperkenalkan kebudayaan dan mempromosikannya di dunia digital seperti melakukan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

“Kolaborasi yang baik dapat melahirkan efek domino yang tentunya dapat mempercepat proses pemasaran dan membawa keuntungan bagi masyarakat lokal,” ucap Upi.

Syamsul Asri menutup sesi pemaparan dengan materi berjudul “Perlindungan Hak Cipta di Ranah Digital”. Untuk mendapatkan hak cipta secara otomatis, pencipta dapat mempublikasikan karyanya, baik lewat situs daring, acara publik, maupun media cetak.

”Ketentuan pidana bagi yang melakukan pelanggaran hak cipta telah diatur dalam pasal 112-pasal 120 pada UU Hak Cipta”, jelas Syamsul.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena
menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satunya menanyakan langkah awal apa yang dapat diambil untuk mengedukasi kepada kawan-kawan yang masih awam terhadap komunikasi di era digital.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Erin menjawab bahwa langkah paling mudah dan bisa dilakukan di awal adalah menyorotnya ke media sosial untuk mendorong orang-orang untuk membantu. Lalu, kita juga dapat menjadikan daerah tersebut sebagai daerah target untuk kegiatan sosial yang membawa materi mengenai literasi digital.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin
mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *