Example 300250
DaerahMamuju

Kemarau Mulai Menyengat! BPBD Sulbar Peringatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Sepele Ini

×

Kemarau Mulai Menyengat! BPBD Sulbar Peringatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Sepele Ini

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.comm.-Memasuki musim kemarau, ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai menghantui berbagai wilayah di Sulawesi Barat. Namun, di balik risiko bencana besar tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar justru menyoroti satu pemicu utama yang kerap diabaikan publik: aktivitas manusia sendiri.

​Merespons potensi ancaman ini, Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, memberikan peringatan tegas sekaligus imbauan penting pada Minggu (2/8/2026).

​Menindaklanjuti instruksi langsung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, BPBD Sulbar kini memperketat barisan dan mengimbau warga untuk menghentikan kebiasaan-kebiasaan berisiko yang bisa memicu ‘karpet merah’ bagi si jago merah.

​Lantas, kebiasaan apa saja yang harus dihindari warga dan bagaimana strategi BPBD menghadapinya?

​Kebiasaan Sepele yang Berdampak Fatal

​Yasir Fattah mengungkapkan bahwa sebagian besar insiden Karhutla bukanlah murni bencana alam, melainkan akibat kelalaian manusia. Kepulan kabut asap Karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tapi juga mengancam kesehatan paru-paru warga hingga melumpuhkan roda ekonomi.

​Oleh karena itu, masyarakat diimbau keras untuk tidak mengambil “jalan pintas” yang berbahaya.

​”Sebagian besar kejadian Karhutla dipicu aktivitas manusia. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari masyarakat: stop buka lahan dengan membakar, jangan bakar sampah sembarangan, dan segera lapor jika lihat titik api sekecil apa pun!” tegas Yasir Fattah.

​Siagakan Personel hingga Pasukan Lintas Sektor

​Guna membendung risiko Karhutla di titik-titik rawan, BPBD Sulbar tidak bergerak sendirian. Langkah masif dilakukan dengan menggandeng pemerintah kabupaten, aparat desa, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, hingga akademisi dan media.

​Selain edukasi gencar di tingkat tapak, BPBD Sulbar juga telah meningkatkan kesiapsiagaan personel dan sistem pemantauan wilayah rawan agar penanganan awal (early response) bisa dilakukan sebelum api membesar.

​”Penanggulangan Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Dengan edukasi yang berkelanjutan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, kita bisa menjaga Sulawesi Barat tetap aman dan lestari,” tutup Yasir.

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *