Minggu , Desember 5 2021
Home / Advetorial / Capaian Vaksinasi Masih Rendah, Begini Penjelasan Kadis Kesehatan Mateng

Capaian Vaksinasi Masih Rendah, Begini Penjelasan Kadis Kesehatan Mateng

Mateng, 8enam.com.-Pemerintah terus berupaya untuk mempercepat realisasi vaksinasi covid-19, ini dilakukan untuk meningkatkan kekebalan imunitas tubuh serta menekan angka positif covid-19.

Namun upaya untuk mempercepat realisasi vaksinasi covid-19 tidak seperti apa yang diharapkan. Misalnya di Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulbar, capaian vaksinasi masih sangat rendah.

Ditemui di ruang kerjanya, Kadis Kesehatan Mamuju Tengah, Setya Bero menuturkan, dari hasil evaluasi, capaian vaksinasi masih rendah. Dia menguraikan, vaksinasi itu mulai bulan Februari 2021, kemudian vaksin itu dijatah.

Dengan penjatahan itu kata Setya Bero, pendistribusiannya agak susah karena jumlahnya sedikit. Dengan jumlah yang sedikit, pihaknya berusaha untuk mendistribusikan sesuai dengan jumlah yang diterima, sehingga pendistribusiannya tidak merata.

“Itu sistem droping. Kemudian berubahlah sistem distribusi vaksin melalui aplikasi, kita bisa mengentri sasaran kita kemudian dijawab oleh aplikasi, selanjutnya didistrubusikan langsung dari PT Bio Farma ke Mamuju Tengah,” tutur Setya Bero.

Lanjut dijelaskan, setelah berubah distribusi vaksin, awal bulan Juni ini Mamuju Tengah dapat 470 vial kemudian 170 vial untuk 6000 sasaran.

“Awal vaksinasi, vaksin kita kurang, bulan Juni ini vaksin kita cukup. Artinya, dari logistik cukup kemudian vaksinator juga cukup. Nah yang kita evaluasi adalah tempat, Februari sampai Mei pelaksanaan vaksinasi kita laksanakan di Puskesmas, kemudian menyampaikan ke desa soal sasaran yang divaksin itu layanan publik dan Lansia. Kalaupun yang didaftar 50 orang, begitu waktu vaksinasi yang datang hanya 20 orang,” urainya.

Dari hasil evaluasi, mulai dari tim tekhnis, vaksinator sampai metode pelaksanaan, harus ada yang dirubah yaitu melakukan sosialisasi ditingkat kabupaten, menyusul di lima kecamatan dengan mengundang camat, kapolsek, koramil, kepala desa BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda.

“Sehingga keluarlah rekomendasi bahwa pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan mobile ke masing-masing desa yang dihadiri oleh Kepala Desa, tim tekhnis, vaksinator, babinsa, Bhabinkamtibmas dan ini Minggu kedua setrategi itu kita gunakan. Selama 5 hari bergerak, capaian kita hari pertama mencapai 400 lebih sasaran, hari kedua 500, hari ketiga 600 dan pertanggal 19 mencapai 777 sasaran,” ungkapnya.

Dengan capain itu, lanjutnya, maka menggeser capain vaksinasi dari 25 persen menjadi 40,95 persen. Vaksin yang masih tersediah 511 vial dengan target akan diselesaikan tanggal 30 Juni 2021. Dari 511 vial itu, bila dilakukan vaksinasi mendapat 5011 sasaran dengan estimasi 568 sasaran perhari

“Insya allah kita bisa memaksimalkan stok vaksinasi yang 5110 vial ini dengan target harian 568 sasaran. Untuk target vaksinasi itu minimal 70 persen penduduk Mamuju Tengah, provinsi maupun indonesia itu tervaksinasi. Untuk mencapai target itu, perlunya membangun kesadaran semua pihak dan tidak percaya dengan berita hoax terkait vaksin. Dan kami bersinergi dengan Polres, Danramil, Kepala Desa, camat untuk sama-sama bergerak,” tutupnya. (amr)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *