Example 300250
DaerahMamuju

Biar Pembangunan Sulbar Tak ‘Miring’, DiskominfoSS dan BPS Garap Jurus Baru! Ada Apa di Cosmic Seri II?

×

Biar Pembangunan Sulbar Tak ‘Miring’, DiskominfoSS dan BPS Garap Jurus Baru! Ada Apa di Cosmic Seri II?

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Mengelola data daerah ternyata tidak boleh asal-asalan. Jika data yang digunakan keliru, arah kebijakan pembangunan daerah taruhannya. Menyadari krusialnya hal ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar kembali menggebrak lewat ajang Coaching Statistik Melalui Intensive Class (Cosmic) Seri II di Aula BPS Sulbar, Rabu (12/8/2026).

​Langkah agresif ini merupakan arahan dan komitmen langsung dari Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, demi melahirkan kualitas data yang presisi agar program pembangunan daerah tepat sasaran.

​Dalam kolaborasi ini, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (DiskominfoSS) Sulbar bertindak sebagai walidata, sedangkan BPS menjadi pembina data resmi tingkat provinsi.

OPD ‘Diseret’ Bawa Dokumen Rahasia, Langsung Diolah di Tempat!

​Kepala DiskominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menegaskan bahwa Seri II ini melompati tahap teori biasa dan langsung masuk ke domain utama: Proses Bisnis Statistik.

​Menariknya, para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)—seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Perkebunan, hingga Disnaker—diwajibkan membawa dokumen perencanaan serta publikasi data prioritas mereka. Dokumen tersebut langsung ‘dibidik’ dan diolah di tempat menjadi draf Kerangka Acuan Kerja (KAK) kegiatan statistik instansi.

“Penguatan proses bisnis statistik sangat vital. Kita ingin data yang diproduksi Pemprov Sulbar tidak hanya valid, tetapi memenuhi standar nasional yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ridwan Djafar.

Sistem Terintegrasi dari Desa Hingga Provinsi

​Tak berhenti di situ, Ridwan juga mendorong integrasi teknologi informasi dalam tata kelola data. Ia menginginkan adanya alur pendataan yang saling terhubung rapat mulai dari tingkat desa, kabupaten, hingga provinsi.

“Kolaborasi yang kuat antara walidata dan produsen data menjadi kunci utama menghasilkan indikator pembangunan yang presisi. Kita harap BPS terus mendampingi, tidak hanya pada pengelolaan tapi hingga analisis dan penyajiannya di dalam dashboard,” lanjutnya.

​Rangkaian pembinaan intensif Cosmic 2026 ini dirancang marathon sebanyak lima kali pertemuan hingga November mendatang. Usai membedah proses bisnis, para peserta akan lanjut digembleng materi Kualitas Data dan Kelembagaan pada pertengahan September 2026 demi mewujudkan integrasi Sistem Statistik Nasional.

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *