Mateng, 8enam.com.-Bencana alam yang datang tanpa peringatan kerap menjadi ancaman nyata bagi keselamatan anak-anak di sekolah. Menyadari tingginya potensi risiko tersebut, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Barat bergerak cepat dengan menggelar pendampingan penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kabupaten Mamuju Tengah.
Kegiatan krusial ini dipusatkan di UPTD SD Inpres Bayor, Jalan Poros Bayor – Pangalloang, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo.
Protap Darurat: Senjata Utama Hadapi Musibah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mamuju Tengah, Marhuding, menegaskan bahwa setiap sekolah tidak boleh lagi lengah. Ia meminta seluruh satuan pendidikan memiliki Prosedur Tetap (Protap) yang jelas sebagai panduan utama saat kondisi darurat terjadi.
”Saya berpesan, dalam proses pendampingan ini kita kuatkan sekolah-sekolah. Harus ada protap menentukan bagaimana menghadapi musibah ini,” tegas Marhuding saat ditemui di lokasi kegiatan, Kamis (13/8/2026).
Bukan Cuma Teori, Mental Siswa Jadi Kunci
Tak hanya sekadar menyiapkan dokumen administrasi dan simulasi fisik, Marhuding menyoroti aspek yang sering terabaikan: ketahanan mental para siswa. Menurutnya, melatih keberanian dan kesiapan mental anak sejak dini adalah kunci utama agar tidak terjadi kepanikan massal saat musibah melanda.
Siswa Harus Tangguh: Anak-anak dibekali pemahaman cara menyelamatkan diri secara mandiri dan tenang.
Respon Cepat: Mengikis rasa panik dengan latihan kesiapsiagaan yang rutin.
Kesiapan Fisik & Mental: Membentuk karakter siswa yang kuat dalam merespon situasi darurat.
”Kami menyampaikan ke sekolah, siswa-siswa harus kita tangguhkan, kuat, dan siap. Karena bencana datangnya tiba-tiba, jadi siswa kita harus benar-benar siap,” lanjutnya.
Meminimalisir Risiko Jelang Musibah
Marhuding menyadari bahwa manusia tidak akan pernah bisa sepenuhnya menghentikan atau mencegah datangnya bencana alam. Namun, tingkat kerugian dan potensi korban jiwa bisa ditekan sedemikian rupa jika kesiapsiagaan sudah terbentuk matang.
Pihak Disdikbud Mamuju Tengah berkomitmen akan terus mengawal dan memantau implementasi program ini di sekolah-sekolah pasca-pendampingan dari BPMP Sulbar.
”Harapannya kita bisa meminimalisir masalah-masalah dalam menghadapi bencana. Minimal kita bisa meminimalisir dampaknya,” pungkas Marhuding.
Editor : Ammar







