Kamis , Desember 3 2020
Home / Daerah / Bahas Soal Penanganan Pasca Gempa Di Mamasa, Wagub Kumpul Pimpinan OPD Terkait

Bahas Soal Penanganan Pasca Gempa Di Mamasa, Wagub Kumpul Pimpinan OPD Terkait


Mamuju, 8enam.com.-Bencana gempa di Kabupaten Mamasa yang terus terjadi hingga saat ini, membuat Pemerintah Sulbar khawatir dan prihatin terhadap kondisi warga di Bumi Kondosapata itu. Oleh karena itu, Wakil Gubernur Sulbar, Hj. Enny Anggraeni Anwar mengundang pimpinan OPD terkait untuk melakukan pertemuan di ruang kerjanya dalam rangka membicarakan berbagai upaya yang akan dilakukan dalam penanganan pasca gempa di Mamasa, Kamis (8/11/2018).

Pimpinan OPD tersebut diantaranya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Darno Madjid, Kepala Dinas Kesehatan, Achmad Azis, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2 dan KB), Darmawati dan Perwakilan Dinas Sosial.

Dalam pertemuan itu, Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar didampingi Pj. Sekprov Sulbar, Arifuddin, Asisiten Bidang Pemerintahan M. Natsir dan Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Hamzah sampaikan, pertemuan tersebut dilakukan sebagai wujud kepedulian dan rasa kemanusiaan Pemerintah Sulbar, mengingat warga Mamasa adalah masyarakat Sulbar.

“Saat Palu dilanda bencana kita bisa membantu, jadi tentu untuk membantu masyarakat Mamasa kita harus mampu, sebab mereka adalah warga kita dan sekarang mereka di sana tidak tenang, bahkan sudah melakukan pengungsian dibeberapa tempat,” tutur Enny

Untuk memastikan kondisi warga, dalam pertemuan itu, Enny berkoordinasi langsung dengan Bupati Mamasa, Ramlan Badawi melaui via telephon. Ia menyampaikan, berdasarkan informasi dari Ramlan hingga saat ini jumlah pengungsi sebanyak 12 ribu orang yang tersebar di beberapa titik diantaranya, Sumarorong, Mesawa, Bala dan tempat lainnya.

“Tadi saya dapat laporan dari Bupati Mamasa, bahwa warga sudah mengungsi ke Sumarorong, Mesawa, Bala dan ada dibeberapa tempat lainnya. Dan jumlah pengunsi berkisar 12 ribu orang,” ucap Wagub Sulbar.

Walaupun sudah diimbau oleh pemerintah setempat untuk kembali ke rumah kata Enny, warga tetap menolak, karena gempa terus terjadi.

“Dengan adanya gempa yang berulang-ulang membuat mereka sedikit trauma tinggal dirumah, walaupun sudah dihimbau,” terang Enny

Karena gempa tersebut sudah meresahkan, lanjut Enny masyarakat Mamasa harus segera diberikan pengertian dan yang terpenting adalah kebutuhan logistik yang harus secepatnya disalurkan kepada para pengungsi, karena pasti sudah sangat dibutuhkan.

Pada kesempatan itu, mantan anggota DPR RI ini berharap, semoga gempa yang terjadi hingga saat ini adalah yang terakhir. Masyarakat juga diimbau agar tetap tenang, sehingga bisa segera kembali di rumah masing-masing dan juga kepada masyarakat Sulbar pada umumnya tetap dalam keadaan waspada.

Ia juga mengungkapkan, sudah bekerjasama dengan BPBD dan Dinas Sosisal, untuk itu Ia meminta kepada OPD terkait lainnya, untuk saling bersinergi dalam membantu menangani bencana gempa tersebut.

Sememlntara Pj. Sekprov Sulbar, Arifuddin Toppo menegaskan, mulai sekarang apa yang dibutuhkan masyarakat yang telah mengungsi, harus di persiapkan.

Sedangkan Kepala BPBD Sulbar, Darno Madjid menjelaskan bahwa, bantuan yang sudah disalurkan untuk masyarakat Mamasa berasal dari Pemprov dan Kabupaten Polman berupa beras lima ton, air mineral 50 dos, indomie 50 dos dan juga ada bantuan dari Kabupaten Polman sudah masuk, jadi total bantuan yang ada berkisar sembilan juta rupiah.

Perwakilan Dinas Sosial Provinsi, mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan relawan ke lokasi sejak hari kedua terjadi gempa terjadi dan berdasarkan laporan, masyarakat dipengungsian membutuhakn bantuan berupa matras, selimut dan tenda.

“Sudah ada relawan dari Tagana yang kami kirim, mereka sudah melaporkan bahwa masyarakat saat ini membutuhkan matras, selimut dan tenda,” bebernya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sulbar Achmad Azis mengungkapkan, akibat gempa yang terus terjadi, beberapa Rumah Sakit sempat mengevakuasi pasiennya.

Pada kesempatan itu, Ia juga menyampikan, berdasarkan laporan sebanyak 34 Puskesmas sudah melaksanakan simulasi gempa terhadap pasiennya.

Untuk itu, dalam upaya mengantisipasi adanya gempa-gempa susulan yang dapat menimbulkan korban, Achmad menyarankan kepada pihak terkait untuk segera melakukan simulasi gempa kepada masyarakat. (ilham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *